knapa philip meminang sampoerna dengan mas kawin sedemikian besar?

Kali ini secara khusus saya membahas faktor-faktor yang mendorong Philip Morris Internasional/Philip Morris Indonesia (selanjutnya disingkat PMI) dalam strategi globalisasinya mengakuisisi HMS dengan harga yang amat mahal. Sekaligus guna menjawab apa sebenarnya tujuan akuisisi tersebut.marlboro_masters_2002_03

Secara umum, pembahasan saya ini juga menganalisis dan menjabarkan secara lugas mengenai strategi corporate dan global HMS/PMI.

Aliansi

HMS menjalin aliansi strategis dengan PMI. Chief Financial Officer Sampoerna Salman Hameed mengatakan adanya persetujuan membuka sinergi dan akan menguntungkan HMS. Ada lima transaksi usaha antara HMS dan perusahaan induk PMI atau perusahaan afiliasi. Transaksi itu meliputi bidang distribusi, penyediaan barang, penyediaan jasa, lisensi, dan pembiayaan.

Di bidang distribusi, HMS bisa menunjuk atau ditunjuk sebagai distributor noneksklusif produk atau merek tertentu. Sedangkan transaksi penyediaan barang memungkinkan perusahaan mengadakan atau menyediakan mesin, suku cadang, dan bahan baku.

Selain itu, HMS memperoleh lisensi untuk memproduksi atau mendistribusikan produk atau merek PMI di wilayah tertentu di luar Indonesia. Perusahaan juga dapat membuat perjanjian peminjaman atau meminjamkan dan perjanjian pengelolaan kas dengan perusahaan rokok asal Amerika itu.

Aliansi kerja sama ini merupakan kelanjutan dari masuknya PMI sebagai pemilik 98 persen saham Sampoerna.

PMI Perluas Bisnis Rokok Kretek di Indonesia

PMI memperluas bisnisnya pada rokok kretek. Strategi ini sebagai upaya memperkuat pangsa pasar di Indonesia yang 92 persen adalah konsumen rokok kretek. Dengan akuisisi, PMI dan HMS akan menguasai paling sedikit 25 pangsa pasar rokok di Indonesia. Secara volume dan pangsa pasar kedua perusahaan ini menjadi terbesar kedua di Indonesia. Sementara khusus untuk rokok putih PMI sudah menguasai 50 persen pangsa pasar yang ada. Fokus yang akan dilakukan PMI yaitu menggarap pasar Indonesia. Namun tidak tertutup kemungkinan mengembangkan produk-produk yang ada untuk menembus pasar luar negeri seperti Cina, Vietnam dan Malaysia, karena ketiga negara tersebut hampir mempunyai kesamaan pangsa pasar sehingga nantinya Indonesia menjadi basis rokok kretek.

Akuisisi

Akuisisi adalah alat bagi perusahaan untuk meningkatkan jangkauan global dan daya saingnya. Melalui akuisisi, PMI dapat memiliki competitive advantage melalui:

  • Meningkatkan kekuatan pasar. Di mana dengan mengakuisisi HMS yang merupakan pemain besar di Indonesia yang sehat dan tangguh maka akan memberikan nilai dan membuat PMI dapat semakin menguasai pasar rokok global.
  • Menghindari biaya dari pengembangan produk baru. Dengan akuisisi, PMI langsung memiliki manajemen, pabrik, jalur distribusi, pemasok dan sumber daya manusia yang memiliki kompeten.
  • Meningkatkan kecepatan memasuki pasar dan melewati entry barriers. Karena sudah memiliki akses menuju pasar, segala perijinan dan regulasi, serta brand equity. Tinggal meneruskan yang sudah ada.

marlboro-apAda dua fase pada akuisisi yaitu pra akuisisi dan post akuisisi. Pra akuisisi berkaitan dengan proses pengambilan keputusan yaitu bagaimana perusahaan menentukan pilihan, menilai dan bernegosiasi dalam membuat perjanjian-perjanjian dengan mitra usahanya. Pada taraf ini, menyusun strategi dan penilaian menyeluruh terhadap calon mitra usaha amat penting (finansial, kultural, fiskal, sekuriti, politik, ekonomi, tingkat pendidikan dasar dan lain-lain).

Post akuisisi terdiri dari dua tahap yang berurutan yaitu transition management dan strategic consolidation dalam rangka mengintegrasikan dua perusahaan yang melakukan akuisisi. Tahap transisi merupakan hal yang kritikal karena berkaitan dengan konteks organisasional dan emosional. Sedangkan tahap konsolidasi berkaitan dengan penciptaan trust pada kedua pihak supaya integrasi dapat berjalan dengan baik.

Perlu dicermati bahwa akuisisi hanya dapat dibenarkan apabila nilai dari dua perusahaan yang bergabung atau pengakuisisian itu dinilai dapat menimbulkan sinergi (1 + 1 > 2). Sinergi antara PMI dan HMS menjadikan konsolidasi industri rokok dan menjadikan perusahaan rokok tersebut sebagai kekuatan yang diperhitungkan. Meskipun terjadi pengalihan kepemilikan dari investor domestik pada investor asing namun karena perusahaan rokok tersebut telah dikelola dengan baik maka proses peralihan tidak menimbulkan gejolak. “Baik investor domestik maupun investor asing memiliki visi dan misi yang sama untuk tetap menjadikan Sampoerna sebagai pemimpin pasar khususnya jenis rokok putih.”

Alasan PMI Mengakuisisi HMS

Menurut Darmadi, sulitnya mengorbitkan merek baru karena karakter pasar di Indonesia semakin tersegmentasi. Alhasil, para pemasar makin sulit karena promosi tak seefektif dulu lagi. Ujung-ujungnya, mengorbitkan produk baru jadi lebih sulit dibanding dulu. Hal senada dikemukakan konsultan dan praktisi pemasaran Jahja B. Sunaryo dari Direxion Consulting, yang melihat perusahaan global memilih akuisisi merek lokal yang bagus demi memperpendek time to market. “Dengan demikian, waktu yang dihabiskan untuk brand building lebih pendek sehingga lebih efisien.”

Buat pemain global, merintis bisnis sendiri dari nol di Indonesia merupakan hal riskan. Tak heran PMI perusahaan rokok kaliber dunia lebih memilih mengakuisisi merek HMS yang sangat kuat di Indonesia. “kretek is very very much local (business).”

Dari sisi keuangan pun agaknya strategi akuisisi layak dipilih. Di awal kelihatannya lebih mahal, tapi secara keseluruhan lebih murah dan efektif. PMI bisa beli satu merek bagus, dan uang sisanya lebih baik untuk menggenjot promosi agar kinerja mereknya lebih bagus lagi. Selain itu, membeli merek yang sudah jadi juga dinilai sebagai langkah tepat untuk mempertahankan profitabilitas. Ini sangat penting bagi perusahaan publik, sebab mereka dituntut terus mempertahankan tingkat profitabilitas di mata para pemegang saham.

PR Manager HMS Yudi Richard Hakim, mengatakan, PMI membeli saham HMS dengan tujuan untuk menduniakan rokok kretek, karenanya tidak akan menghentikan produksi rokok kretek, bahkan akan memperbesar produksi rokok kretek. PMI juga tidak akan memindahkan pabriknya ke luar negeri, juga kantor pusatnya tetap di Indonesia. Tidak akan dialihkan ke luar negeri.” Sebagai pemegang saham baru, PMI tertarik membeli saham HMS karena mengetahui manajemen HMS sangat solid. “Manajemen akan dipertahankan, selain itu, PMI berani membeli dengan harga mahal, karena memiliki tenaga kerja yang besar.”

Alasan lainnya, karena HMS telah memiliki brand equity, finansial sehat dalam arti tidak sedang terlilit hutang, memiliki budaya perusahaan yang baik, karyawannya kompeten, sistem informasinya terintegrasi dengan baik, dan lain sebagainya.

3 thoughts on “knapa philip meminang sampoerna dengan mas kawin sedemikian besar?

  1. Mengutip dari Angky Camaro (alm ), yg dibeli PMI dari HMS adalah culture-nya, kalau asetnya sendiri paling cuma 1/4 dari nilai total mas kawinnya..
    Btw, jadi penasaran liat masa depan HMS sepeninggal Camaro sbg sang mastermind..

  2. saya kasih tau alasan PMI akuisis samoperna
    penjelasan dan penjabaran di atas memang benar, tapi kenapa PMI melakukan ekspansi ke indonesia karena pasar rokok di USA sudah madet, regulasi tembakau disana diperketat, sehinga penjualan produk rokok di sana menurun drastis dan perokok disana sudah melepas rokok, rokok adalah masa lalu. harga rokok pun 10x lipah dibanding Indonesia.
    Indonesia tidak ada regulasi ketat tenatang tembakau hagra pun murah, dijual dimana” didepan sekolah pun ada. market nya luas adult smoker yg 18+ secara teori namun 12+/- adalah konsumen perokok.

  3. Pingback: KRETEK, INOVASI BUDAYA ASLI INDONESIA OLEH REVITRIYOSO HUSODO* | BUMI BAGUS >>VIDEO/EVENT/GRAPHIC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s