La Prospective

~~ Bonjour ~~

Dalam literatur di Inggris, istilah la prospective tidak begitu dikenal.Walau demikian, istilah ini secara luas digunakan di Perancis dan negara-negara Latin. Analisis la prospective dianggap lebih baik daripada teknik forecasting, karena forecasting banyak terdapat kesalahan, seperti estimasi berlebih dari laju perubahan (teknologi) dan meremehkan faktor-faktor inersial, inheren (struktur dan perilaku).

Pendekatan la prospective digunakan untuk menghadapi problem-problem yang ada baik jangka pendek maupun jangka panjang, karena sifat utama dari pendekatan la prospective adalah tidak melihat masa depan sebagai kelanjutan dari masa lampau semata, tetapi lebih sebagai akibat dari keinginan dari barbagai macam pelaku atau orang dan batasan-batasan yang diakibatkan oleh lingkungan.

Sifat utama pendekatan la prospective adalah menciptakan alternatif dalam merencanakan masa depan dan kemudian memilah alternatif mana yang kira-kira memberi kemungkinan maksimum, itulah yang menjadi pilihan untuk dikerjakan.

mgodet_1Konsep dan ide la prospective yang mengintegrasikan antisipasi dan perencanaan tindakan dicetuskan oleh Profesor Michel Godet (Godet). Dengan berorientasi cross-national, Godet memberikan kontribusi yang unik bagi literatur manajemen dan future studies. Godet sendiri adalah seorang ahli matematik dan statistik. Godet menjadi direktur di beberapa departemen seperti The Conservatoire National des Arts et Métiers (CNAM), Chaire de Prospective industrielle and co-director of the Laboratoire d’Investigation en Prospective, Stratégie et Organisation (Lipsor). Beberapa karya Godet yang mengangkat topik pendidikan, pekerja dan demografi telah mendapatkan penghargaan secara luas di masyarakat.

Ide dasar tentang la prospective adalah bahwa apa yang akan terjadi di kemudian hari, akan lahir dari interaksi antar berbagai pelaku kini dan rencana-rencana (Godet 1989:48). Ada empat sikap dalam menanggapi masa depan yaitu passice, re-active, pre-active (anticipacing changes) dan pro-active (provoking changes). Dalam menghadapi langkah perubahan yang bertambah cepat, ketidakpastian masa depan, dan meningkatnya kompleksitas fenomena dan interaksi, antifatalistik, maka sikap preactive dan proactive sangat penting. La prospective mengacu pada pendekatan preactive dan proactive, di mana Godet dan Roubelat (1996:1) mengatakan bahwa ‘Mereka yang mengatakan bahwa masa depan akan terjadi demikian atau begitu adalah bohong, karena masa depan selalu sedang dibangun sekarang, bukan sesuatu yang telah tertulis dan akan terjadi seperti yang tertulis itu. Tidak! Masa depan sedang dibangun sekarang maka perlu preaktif dan proaktif. Masa depan bukan sesuatu yang telah pasti’.

Pernyataan di atas sejalan dengan pemikiran Maurice Blonde (filsuf dan teolog Perancis, 1861-1949) yang menyatakan bahwa ‘the future cannot be forecast, it is prepared’. Pernyatan ini menunjukkan pemikiran bahwa tidak ada yang sudah ditentukan sejak awal, tetapi dipersiapkan sejak awal. Di mana konsep predestinatio –nasib sudah ditentukan oleh Tuhan Allah ditolak dalam pemikiran ‘the future must be prepared’. Manusia (entah individu dan atau komunal) sendirilah yang menentukan masa depannya, la prospektif sangat sejalan dengan ini.

La prospective juga berdiri pada pemikiran masa depan yang awalnya dikembangkan oleh Gaston Berger (filsuf Perancis). Kata ‘prospective’ digunakan untuk menunjukkan kebutuhan dari sikap yang berorientasi pada masa depan. Sikap itu meliputi: to look far away melihat jauh ke depan; to look breadthwise melihat secara luas dan melakukan interaksi; to look in depth melihat sungguh-sungguh ke dalamannya dan menemukan faktor-faktor dan tren yang sangat penting; to take risks mengambil resiko karena jauh di depan akan terjadi perubahan tak terduga; dan to take care of the mankind menjaga manusia. (Godet dan Roubelat, 1996:1)

a2Ide dalam la prospective dikonseptualisasikan dengan menggunakan suatu alat yang cukup sederhana dan rasional yaitu “the greek triangle”. Gambar the greek triangle menunjukkan bahwa konsep la prospective terdiri dari tiga komponen, yaitu pikiran prospektif (antisipasi), mobilisasi kolektif (apropriasi, contohnya motivasi untuk bertindak) dan kehendak strategis (tindakan). Dari gambar tampak bahwa Greek Triangle berangkat dari antisipasi bisa langsung menuju tindakan. Namun, menurut Godet, Durance dan Gerber (2006:16), untuk sukses, jalan masuk dari pikiran ke tindakan harus melewati apropriasi.

Proses peramalan dengan teknik la prospective menggunakan skenario. Skenario adalah suatu deskripsi dengan mengasumsikan campur tangan beberapa kejadian atau kondisi kunci yang mana akan mengambil tempat di antara waktu dari situasi sekarang dan waktu di mana skenario dibuat. Kata ‘skenario’ biasa digunakan dalam cara untuk membatasi sekumpulan hipotesis penting. Dua tipe utama dari skenario adalah eksplorasi dan normatif. Eksplorasi adalah mengekstrapolasi tren masa lalu dan masa sekarang yang mana akan menuntun ke masa depan yang memungkinkan. Skenario ini objektif dan value-neutral. Sedangkan normatif (juga disebut anticipatory) adalah membangun skenario berdasarkan imej alternatif dari masa depan yang diinginkan atau ditakuti, dan memahami retrospektif. Skenario ini subjektif dan value-laden (dibebani nilai). Tahap penting dari metode skenario adalah mengidentifikasi variabel kunci (hasil dari analisis struktural), menganalisis saling pengaruh dari aktor-aktor yang terlibat dalam rangka untuk menunjukkan pertanyaan kunci tentang masa depan dan mengurangi ketidakpastian di sekitar pertanyaan kunci dan mengeluarkan skenario yang paling mungkin.

Proses peramalan dengan teknik la prospective dijabarkan dalam the generic prospective process model. god

Pertama-tama dan yang paling mendasar adalah kita harus memformulasikan terlebih dahulu masalah atau pertanyaan stratejik atas fenomena.

Kemudian langkah selanjutnya adalah memahami past dan present, yang terdiri dari mengidentifikasi aktor utama yang ada dalam scene, mengenali faktor-faktor yang bertanggung jawab terhadap situasi yang terjadi sekarang, mengidentifikasi karakteristik isu-isu kunci yang ada sekarang, dan memahami interaksi antara aktor dan faktor.

Langkah ketiga adalah melakukan eksplorasi terhadap masa depan dengan cara mengidentifikasi faktor atau kekuatan yang menggerakkan perubahan, menentukan isu-isu utama dan tren yang membentuk masa depan, mengklarifikasi tingkatan dampak yang kuat yang menimbulkan perubahan dan derajat ketidakpastian, mendirikan logika skenario dan menciptakan cerita skenario berbeda.

Langkah keempat adalah mengembangkan visi masa depan yang paling diharapkan dengan cara membangkitkan ide-ide dari apa yang diharapkan dan menyepakati visi yang diinginkan di masa depan, dibagikan kepada semua stakeholder, lalu membentuk perkumpulan.

Langkah terakhir adalah pemberian rekomendasi dan saran-saran untuk mengimplementasikan visi, yakni dengan cara menggerakkan proposal kebijakan dan saran-saran untuk tindakan, mengembangkan indicator untuk mengukur kemajuan, mengidentifikasi beberapa orang yang bertanggung jawab untuk bertindak dan mengembangkan system umpan balik dan mekanisme untuk merevisi visi dan untuk menggerakkan saran-saran baru yang bertujuan untuk merespon kondisi yang terus berubah.

Skenario dibangun pertama-tama dengan melihat variabel internal, yakni saat membatasi sistem, dipersiapkan satu daftar lengkap dari kemungkinan variabel-variabel yang harus diambil sebagai bahan pertimbangan, secara kuantitatif maupun kualitatif. Sehingga menyediakan keseluruhan visi dari sistem yang sedang dipelajari dan lingkungannya. Dengan cara ini, dikembangkan definisi akurat yang masuk akal dari sistem. Dengan maksud untuk mencapai hasil, sejumlah metode digunakan, mulai dari interviu, seminar, brainstorming, checklist-building dan lain sebagainya. Hingga satu dari daftar variabel yang menampakkan karakteristik sistem dibangun, dan kemudian satu dari daftar variabel itu dibagi menjadi dua grup, yakni variabel internal yang mencirikan fenomena dan variabel eksternal yang mencirikan penjelasan umum.

Pencarian faktor penentu yang terpenting dari sistem dan parameter yang diimplementasikan dari pemeriksaan dari efek langsung dan tidak langsung variabel lingkungan secara umum (variabel eksternal) atau variabel yang mencirikan fenomena yang sedang dipelajari (variabel internal). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktural.

Analisis struktural seringkali digunakan, karena ia merupakan suatu alat yang bernilai. Analisis struktural mendemonstrasikan hirarki variabel (kekuatan penggerak dan ketergantungan). Menyoroti beberapa variabel merupakan intuisi awal dan menimbulkan pertanyaan mengenai variabel lain. Hal ini memungkinkan pemahaman yang lebih baik mengenai struktur sistem.

Analisis eksplanatori membawa grup-grup variabel kunci sebagaimana diidentifikasi oleh analisis struktural. Hal ini meliputi analisis retrospektif dan analisis masa sekarang dari situasi aktor. Retrospektif menghindari penekanan berlebihan pada situasi sekarang, penyesuain ulang dari penyimpangan studi dengan faktor-faktor konjunctural. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi mekanisme dan aktor utama yang memiliki pengaruh dalam mengembangkan sistem di masa lalu, dan juga melepaskan pandangan pada faktor invarian dalam sistem dan tren utama.

Menganalisis situasi masa kini juga mengidentifikasi seed of change di dalam pergerakan variabel kunci, sebagaimana strategi-strategi aktor di balik pergerakan ini. Pada akhirnya, analisis diambil menjadi pertimbangan bukan hanya dari data yang bisa diukur, tapi juga parameter kualitatif yakni dalam konteks ekonomi, sosiologikal, politikal, ekologikal dan lain sebagainya. Pada akhir tahap database, hasil dari analisis ini adalah identifikasi dari strategi-strategi aktor. Pemain utama menuju konfrontasi antar intensi aktor dan pengembangan sebagai hasil dari keseimbangan kekuatan di antara mereka, yang mana menentukan masa depan. Ini menyediakan sintesis (dalam bentuk tabel) dari analisis pengembangan terdahulu dan situasi sekarang.

metod-skenar1Dari penjelasan di atas dan berdasarkan gambar “metode scenario” dapat dikatakan bahwa untuk mengidentifikasi pertanyaan kunci masa depan adalah dengan menggunakan analisis structural dengan “MICMAC method“. Untuk menganalisis peran aktor adalah dengan “MACTOR method“. Untuk mengidentifikasi skenario yang paling beralasan, berdasarkan variabel kunci untuk masa depan adalah dengan menggunakan “SMIC-PROB-EXPERT method“. Untuk mengeksplorasi bidang dari kemungkinan-kemungkinan yang ada berdasarkan skenario adalah dengan analisis morphological atau “MORPHOL method“. Untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pilihan stratejik dan menentukan strategi alternatif dengan “MULTIPOL method“.

Aplikasi la prospective menggunakan skenario yang bisa diaplikasikan secara efektif di berbagai subyek, terutama dalam penilaian isu yang kompleks dan memiliki sifat ketidakpastian. Proses ini dapat digunakan pada sebuah isu ataupun permasalahan yang melibatkan beberapa isu yang saling berhubungan dari berbagai bidang seperti sektor publik, sektor privat, komunitas dan voluntary sectors, industri, akademia, perencanaan lokal dan regional. Ruang lingkup aplikasi la prospective tidak dibatasi untuk skala besar maupun kecil seperti skala global, nasional, urban region, kota, distrik, lingkungan, bahkan dapat diterapkan untuk skala proyek yang spesifik.

Salah satu contoh, sebuah penelitian oleh J.A. Schuster dari University of Colorado (UC) pada tahun 2001, yang berjudul Application of the Scenario Planning Process – A Case Study: The Technical Information Department (TID) at the Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) mengaplikasikan teknik la prospective sebagai scenario planning. Penelitian Schuster mengemukakan bahwa selama beberapa generasi, teknologi dalam bidang publishing berpusat pada offset lithography, typesetting and photography. Tetapi saat ini perkembangan dunia publishing menggunakan teknologi World Wide Web—Internet publishing dengan tingkat perubahan teknologi yang cepat dan adanya ketergantungan pada komputer dan jaringan. Dengan demikian diperlukan metodologi untuk membuat perencanaan masa depan di bidang Internet publishing. Metolodogi yang disarankan adalah scenario planning, karena akan sangat membantu pengambilan keputusan saat ini berdasarkan identifikasi possible and plausible scenarios di masa yang akan datang. Analisis scenario planning dilakukan dalam delapan tahap, dengan mempertimbangkan viabilitas, kelayakan ekonomis dan kualitas ketika dibandingkan dengan metode perencanaan lain:

  1. Langkah 1: Mengidentifikasi isu penting, yaitu pendapatan TID beberapa tahun terakhir menurun. Apa yang harus dilakukan TID untuk dapat bertahan sebagai perusahaan publishing.
  2. Langkah 2: Apa saja faktor kunci di lingkungan internal yang mempengaruhi isu tersebut?
  3. Langkah 3: Apa saja faktor kunci di lingkungan eksternal yang mempengaruhi isu tersebut? Apa yang terjadi jika proyek Department of Energy (DOE) dibatalkan atau UC tidak memperpanjang kontrak kerja dengan LLNL?
  4. Langkah 4: Memberi peringkat “paling penting” dan “paling tidak pasti” terhadap faktor internal dan eksternal tersebut.
  5. Langkah 5: Memilih skenario logis berdasarkan peringkat sehingga membentuk matriks berikut:
  6. Langkah 6: Menggunakan faktor pada langkah 2 dan 3 untuk menganalisis skenario dan membuat narasi untuk setiap skenario sehingga bisa membuat visi tentang peristiwa yang akan terjadi di setiap skenario
  7. Langkah 7: Kembali pada isu yang dicetuskan langkah 1. Apa yang harus dilakukan TID sebagai persiapan menghadapi setiap skenario. Adakah persiapan yang sama untuk lebih dari 1 skenario?
  8. Langkah 8: Memilih leading indicators dan tanda untuk menunjukkan bahwa salah satu skenario mulai terbuka sehingga dapat dilakukan persiapan. Apakah ada debat yang terjadi di kongres dimana hasilnya berpengaruh terhadap LLNL? Apakah dewan direksi UC berpikiran untuk tidak memperpanjang kontrak kerja?

aaKesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa LLNL bisa bergerak masuk ke dalam bisnis telekomunikasi di bidang Internet publishing dan memiliki kesempatan sukses yang baik.

SUMMARY: Meskipun dunia berubah, namun arah perubahannya tidak menentu. Dan la prospective tidak bermaksud mengklaim bisa menentukan ketidakpastian itu dengan prediksinya. Namun la prospective bertujuan mereduksi atau mengurangi sejauh dimungkinkan dan membuat keputusan-keputusan berdasarkan hipotesis-hipotesis tentang masa depan, serta memberi penerangan tentang pilihan-pilihan yang harus dilakukan sekarang untuk menyongsong masa depan. Ramalan yang baik bukan berarti yang harus terealisasi, tetapi yang mampu membimbing tindakan sehingga terhindar dari bahaya dan menuju pada tujuan yang diinginkan. ~~ Merci Beaucoup ~~

Referensi

  1. Da Silva, Rodrigo Carlana; Denis Lima Balaguer. 2006. Toward a Technological Prospective Method for Highly-Regulated Markets: Some Conceptual Contribution from The Studies of Science and Technology and Decision Theory. Seville: Second International Seminar on Future-Oriented Technology.
  2. Godet, Michel. 1994. From Anticipation to Action: A Handbook of Strategic Prospective. Perancis: UNESCO
  3. Godet, Michel dan Fabrice Roubelat. 1996. Creating the future : The Use and Misuse of Scenarios. Published in Long Range Planning Vol. 29, n°2, pp. 164-171.
  4. Godet, Michel., Philippe Durance dan Adam Gerber. 2006. La Prospective: Problems and Methods.
  5. Propp, Tilo; Arie Rip. TA NanoNed Working Paper No. 1. Assessment Tools for the Management of New and Emerging Science and Technology:State-of-the-Art and Research Gaps. Netherlands: University of Twente.
  6. Ratcliffe, John., Ela Krawczyk dan Ruth Kelly. 2006. Future-Oriented Technology Analysis and the City: Imagineering Sustainable Urban Development.
  7. Schuster. J.A. 2001. Application of the Scenario Planning Process – A Case Study: The Technical Information Department at the Lawrence Livermore National Laboratory. Masters Thesis. University of Colorado.
  8. www.cnam.fr/lipsor/eng, diakses 20 Juni 2008, pk 20:00

One thought on “La Prospective

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s