an eye for eye

Berita dunia di CNN hari ini agak mengusik hatiku. Tentang seorang gadis Iran berusia 31 tahun bernama Ameneh Bahrami yang mengalami kejadian tragis. buta11

Berawal pada tahun 2002, saat Ia berusia 24 tahun. Ia masuk perguruan tinggi sebagai mahasiswa elektronika dan berada di kelas yang sama dengan seorang mahasiswa berusia 19 tahun bernama Majid Movahendi.

Sejak awal bertemu, Movahendi selalu berlaku kasar pada Bahrami. Karena tak tahan, akhirnya Bahrami menjaga jarak dengan Movahendi. Tapi Movahendi selalu berusaha mendekati Bahrami dan mengasarinya. Suatu ketika, Bahrami meneriaki Movahendi agar berhenti mengganggunya. Namun Movahendi hanya memandangnya dalam kesunyian.

Dua tahun berlalu, Movahendi tetap mengganggu dan mengancam. Bahkan beberapa kali Movahendi meminta Bahrami untuk menikah dengannya, sambil berkata “kamu harus menerima lamaranku atau aku akan membunuhmu!”. Tentu saja Bahrami menolak mentah-mentah lamaran Movahendi! (Aku juga kalo dilamar sama psikopat kayak begini mah pasti nolak deh).

November 2004 pukul 4.30 sore, Bahrami meninggalkan tempat kerjanya, sebuah perusahaan alat mesin kesehatan, menuju ke terminal bis. Ia merasa ada seseorang mengikutinya dari belakang. Ia menoleh ke belakang dan kaget melihat Movahendi. Tiba-tiba Movahendi melempar sesuatu ke arahnya. Sesuatu itu adalah cairan asam yang serta merta membutakan mata, melelehkan kulit wajah hingga mulut, jari dan lengan Bahrami. buta2

Dua minggu setelah serangan itu, Movahendi menyerahkan dirinya ke kantor polisi dan mengakui kesalahannya di meja hijau. Movahendi mengaku nekad melakukan tindakan biadab itu karena Ia sungguh-sungguh mencintai Bahrami.

Korban kejahatan di Iran biasanya menerima “blood money”, uang permintaan maaf dari pelaku kejahatan. Bahrami seharusnya menerima sejumlah uang tunai yang sangat banyak, tapi Ia malah menolaknya dan berkata “Aku sudah bilang pada pengadilan bahwa Aku mau HUTANG MATA DIBAYAR MATA! Orang-orang seperti Movahendi sudah sepantasnya merasakan penderitaan yang sama denganku! Bukan aku ingin balas dendam, tapi aku melakukan ini, agar kejadian seperti ini tak terulang lagi pada orang lain”.

Permintaan Bahrami ini mendapatkan kecaman dari beberapa aktivis hak asasi manusia, namun beberapa blogger malah mendukung keputusan Bahrami. Begitupula dengan pengadilan Iran. Akhir tahun 2008, pengadilan menyetujui keinginan Bahrami. Pengadilan memutuskan untuk meneteskan zat kimia asam di tiap mata Movahendi. Movahendi meminta banding, tapi Februari 2009 ini bandingnya ditolak pengadilan.

Bahrami yang buta dan berwajah mengerikan, sudah berulang kali masuk ke kamar operasi, tapi wajahnya tak kunjung sempurna dan duitnya kian menipis sehingga kini Ia kesulitan membayar biaya medical care. Namun Bahrami tak kehabisan akal, Ia memanfaatkan internet untuk menggalang dana.

Bahrami memang kehilangan mata indahnya yang besar dan kecoklatan, tapi Ia tidak pernah berhenti tersenyum, apalagi bila Ia sedang berimajinasi mengenakan gaun pengantin.

Nah, teman-teman. Setelah Anda menyimak kisah Bahrami di atas, apa yang Anda rasakan? Apakah Anda pro atau kontra terhadap keinginan Bahrami ”HUTANG MATA DIBAYAR MATA?”.

2 thoughts on “an eye for eye

  1. menurut saya seperti itu tidak bjaksana, belum dengan kekerasan yang dia lakukan seperti mengancam dan juga pemaksaan, tap semua itu tergantung kembali agi kepada yang bersangkutan. yang terpenting adalah adil dan bijaksana.

  2. ga setuju sama mata ganti mata

    qt sbg umat manusia pasti diajarkan untuk saling mengampuni di agama masing2…

    tugas qt adalah mengampuni, nah stl qt mengampuni yg salah ma qt,,tinggal tserah org tu mw nglakuin kslhn tu lg atw ga…kl dy mengulanginya,,tiggal urusan dy ma Tuhan ja..

    Tuhan aja mw mengampuni qt,,apalagi qt terhadap sesama..

    ayo teman2,,saling mengampuni tu indah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s