Mahatma Gandhi

saltpickupSalah satu sosok manusia yang aku kagumi adalah Mahatma Gandhi. Aku kagum pada karisma, nilai, prinsip dan kesederhanaannya. Ia selalu menolak berpergian kemanapun, kecuali dengan berjalan kaki atau naik kereta kelas tiga dan mengasingkan diri dalam kesederhanaan. Ia nikmati dingin dan kejamnya sinar matahari di musim panas sebagaimana dialami rakyatnya guna mempertajam kecerdasan emosional, sosial dan spritualnya. Ia percaya semakin murni penderitaan, semakin besar kemajuan. Ia memimpin tanpa memaksa, tapi dengan mengajak. Ia dekat dengan orang miskin, mendengarkan keluh kesah mereka, membantu mereka semampunya, tanpa mengumbar janji-janji palsu.

Pinsip Gandhi yang paling ngetop adalah satyagraha, sering diterjemahkan sebagai “jalan yang benar” atau “jalan menuju kebenaran”, telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).

Selain itu Gandhi juga berpesan agar kita menghindarkan tujuh dosa orang-orang yang melanggar prinsip dan menoda hati nuraninya: Kekayaan tanpa kerja, Kenikmatan tanpa suara hati, Pengetahuan tanpa karakter, Perdagangan tanpa etika, Ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan, Agama tanpa pengorbanan dan Politik tanpa prinsip.

Tapi siapa sebenarnya Gandhi? Gandhi adalah seorang India. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.

Selesai Perang Dunia I, Gandhi memutuskan untuk meninggalkan semua kemewahannya di Afsel dan kembali ke India (1917) untuk berjuang. Ketika turun dari atas kapal, Gandhi disambut hangat oleh rakyatnya. Ia diminta untuk naik ke atas panggung dan berpidato. Namun, pidatonya begitu singkat: ”Terima kasih atas penyambutan Anda semua,” kata Gandhi sambil menyampaikan salam khas bangsa India, menempelkan kedua telapak tangan di depan dada. Pidatonya begitu pendek, karena Ia bukan seorang politikus yang biasa mengumbar janji, tetapi seorang pemimpin yang tahu diri dan rendah hati. Ia mengaku tidak mungkin berbicara banyak karena tidak mengerti negerinya.

Gandhi kembali ke India untuk memperjuangan kemerdekaan India dari jajahan Inggris dan untuk menjaga keutuhan India, di mana kala itu rakyat India dari agama dan suku yang berbeda menuntut agar India dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.

Pada 1947, akhirnya India merdeka dari Inggris, tapi India juga terpecah menjadi dua negara –India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi. Apalagi pemisahan ini mengakibatkan kerusuhan merebak di seluruh penjuru India dan memakan banyak korban jiwa, di mana dalam waktu satu minggu ½ juta manusia tewas. Gandhi yang renta bersumpah untuk berpuasa hingga kerusuhan berhenti, dan hal itu dilakukannya hingga membahayakan kesehatannya sendiri. Perjuangan Gandhi ini mendapat perhatian dunia. Akhirnya Inggris kembali untuk membantu mengembalikan keadaan. Dan akhirnya keadaan kembali aman. Setelah India kembali aman dan bersatu, Gandhi ditawarkan tampuk kepemimpinan, namun Ia menolak tawaran tersebut. Karena menurut Gandhi, ambisinya adalah menjaga agar India tetap SATU, ambisinya bukanlah menjadi seorang PENGUASA INDIA.

Ya begitulah Gandhi. Berambisi, tapi tidak ambisius. Semoga kisah Gandhi ini dapat menginspirasi kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s