OXANA “the dog girl”

Aku nulis artikel ini setelah aku nonton discovery channel yang mbahas soal “anak-anak liar”. Maksud anak-anak liar di sini bukan anak-anak di bawah umur yang jual diri, gemar tawuran, mencuri atau gelandangan. Anak liar di sini adalah anak-anak yang hidup secara liar di hutan atau dibesarkan oleh binatang.

Ada beberapa anak Afrika dirawat Simpanse sejak lahir, ya kayak tarzan gitu deh. Ada juga di India, anak kembar yang sejak lahir hidup dipanti asuhan, tapi ditelantarkan bersama Serigala, sehingga perilaku mereka kayak Serigala gitu. Tapi yang paling menyedihkan adalah kisah Oxana dari Ukraina.

Oxana Malaya lahir pada November 1983. Saat Ia berusia tiga tahun, orang tuanya yang pemabuk tak sanggup (atau tak mau) lagi merawat Oxana, sehingga mereka membuang Oxana ke taman belakang rumah, di mana Oxana akhirnya hidup bersama anjing-anjing.

Selama lima tahun, Oxana besar, tidur, bermain bersama anjing. Selama itu pula Ia hanya makan daging mentah dan sampah (sehingga pertumbuhan giginya jadi aneh). Sampai akhirnya, saat Oxana berusia delapan tahun (1991), tetangganya melaporkan hal tersebut ke polisi. Saat polisi dan masyarakat menjemput Oxana, mereka terkejut bukan kepalang melihat perilaku Oxana yang berbeda jauh dari anak normal.

Ia berjalan dengan empat kaki, Ia menggonggong, mencakar, dan mengendus seperti layaknya seekor anjing. Sungguh menyedihkan ..

Saat ditemukan, Oxana juga tidak bisa bicara bahasa manusia, tak bisa berinteraksi dan tak memahami nilai-nilai sosial. Kontrasnya, Ia malah memiliki indera pendengaran, penciuman dan penglihatan yang sangat ekstrim hebat!

Setelah polisi menyelamatkannya dari kandang anjing, Oxana dirawat di klinik Baraboy, Odessa untuk menyembuhkan dia dari keterbelakangan mental. Kini Oxana yang sudah berusia 25 tahun sudah bisa bicara dan masalah perilakunya (dog-like habits) sedikit demi sedikit sudah mulai bisa diperbaiki.

Hmm..aku marah dan sedih banget ngeliat kasus Oxana! Kok orangtuanya tega amat? Anak adalah titipan Tuhan, kalau emang mereka ga mau merawat anak mereka, lebih baik jangan buat anak atau titipkan saja anak mereka kepada MANUSIA yang sanggup merawat, bukan kepada HEWAN!

Inget-inget ya kalau anak itu lahir ke dunia seperti sebuah kertas yang polos, orang tualah yang bertanggung jawab terhadap isi dari kertas itu nantinya dan masa pertumbuhan adalah masa yang paling kritis dalam hidup manusia (critical period).

Critical period is a limited time in which an event can occur, usually to result in some kind of transformation. A “critical period” in developmental psychology and developmental biology is a time in the early stages of an organism’s life during which it displays a heightened sensitivity to certain environmental stimuli, and develops in particular ways due to experiences at this time. If the organism does not receive the appropriate stimulus during this “critical period”, it may be difficult, ultimately less.

Jadi semisal seorang anak diajak bicara dalam bahasa Perancis, Cina dan Indonesia sejak kecil, maka bahasa itu akan jadi bahasa Ibunya. Lalu misalnya sejak kecil dibiasakan menggunakan tangan kanan dalam memegang sendok, menulis dll, maka Ia seterusnya pasti akan begitu.

Oke, jadilah orang tua saat Anda merasa benar-benar SIAP menjadi orang tua yang baik!

Look this video:

http://www.youtube.com/watch?v=qyqbnDjId7g

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s