eNTRePreneur

cariera-de-succes-pentru-femeia-moderna1Istilah entrepreneur dipopulerkan oleh seorang ahli ekonomi Austria yang bernama Joseph Schumpeter (1883-1950). Menurut Schumpeter keseluruhan proses perbuahan ekonomi akhirnya tergantung pada pribadi perilakunya yaitu entrepreneur (wiraswastawan). Para entrepreneur melihat perubahan sebagai norma dan sesuatu yang sehat. Biasanya mereka tidak menciptakan perubahan sendiri, karena mereka sendiri biasanya bukan penemu (Suyanto, 2004: 3-4).

Entrepreneur selalu mencari perubahan, menanggapinya dan memanfaatkannya sebagai suatu peluang. Setiap perubahan ditanggapinya secara kreatif dan inovatif. Salah satu trait dari entrepreneur yang sukses adalah hard work and hopefully smart. Ray Kroc (founder McDonald’s) mengatakan bahwa “Luck is a dividend of sweat. The more you sweat, the luckier you get”. Sedangkan smart berarti cerdas atau pintar atau bijak. Kong Hu Cu mengatakan ”Jika Anda tidak pandai, maka Anda harus cerdas”. Definisi yang lebih luas smart entrepreneur adalah orang yang mampu menciptakan bisnis baru serta kreatif dan inovatif dengan mengambil resiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan ancaman serta menggabungkan dengan sumberdaya yang dimilikinya.

Tiga Faktor Kunci Entrepreneurship Gordon (2007: 7) mengemukakan bahwa Entrepreneurship adalah perjalanan perorangan. Saat mereka berjalan, mereka akan menghadapi berbagai kesempatan dan juga hambatan. Mereka harus dapat memahami diri mereka sendiri, tujuan yang hendak dicapai dan hambatan yang akan dihadapi untuk menggapai kesuksesan. Terdapat tiga kunci Entrepreneurship:

  1. Mindset: Entrepreneur terus-menerus mencari ide dan kesempatan yang bisa dikomersialkan. Mereka fokus dalam berinovasi, melakukan sesuatu lebih baik, menambah, menciptakan dan mengirimkan nilai yang unik kepada pelanggan dan seluruh stakeholder. Dan mereka menerima penghargaan atas kesuksesan mereka. Semakin banyak nilai yang mereka tambahkan, semakin besar penghargaan keuangan mereka.
  2. Actions: Entrepreneur adalah proaktif ke ekstrem, dan sekali berada dalam trail kesempatan, mereka akan memindahkan gunung untuk menggerakkan sumber-sumber penting untuk menyelesaikan tujuan mereka.
  3. Process: Entrepreneur adalah dinamik, berkelanjutan, menjalankan proses. Entrepreneur menggerakkan ide-ide; memilih kesempatan nyata dari heap of ideas; membangun dan empower team; menggerakkan dan mengontrol sumber daya yang ada; mengembangkan strategi untuk menangkap pelanggan, menggerakkan penjualan dan keuntungan berkelanjutan; mengembangkan sebuah bisnis plan; assess personel dan menerima atau menghindari resiko bisnis; launch the venture; Manage the growing venture; dan memanen penghargaan kesuksesan.

Seni Entrepreneurship Manusia itu unik, dilahirkan dengan personality yang berbeda, dibesarkan dengan latar belakang yang berbeda dan memiliki kemampuan yang berbeda pula. Namun menurut Lwin dkk (2003: 19-23) hampir semua entrepreneur yang sukses memiliki kesamaan umum: belief, value dan attitudes. Mindset ini adalah sesuatu yang bisa dipelajari dan diadopsi.

  1. Entrepreneur dapat mengatasi kegagalan: Hidup tidak pernah lepas dari hambatan, terutama kegagalan. Namun kegagalan jangan dijadikan beban. Untuk menjadi sukses, seorang entrepreneur harus bisa belajar dari kegagalan tersebut dan melihat kegagalan sebagai suatu yang positif.
  2. Entrepreneur mengerti seni menemukan kesempatan: Entrepreneur memiliki kemampuan untuk melihat kesempatan yang orang lain tidak lihat dan mengambil keuntungan dari kesempatan tersebut.
  3. Entrepreneur berorientasi pada tujuan dan tindakan: Entrepreneur adalah visionaris yang memiliki mimpi besar. Kemudian mereka membagi dan menjual visinya tersebut kepada para karyawan dan partner yang akan membantunya bermanifestasi dari visi menjadi realita. Setiap orang bisa memiliki rencana dan strategi terbaik dalam dunia ini, tapi bila tidak menjalankan rencana itu menjadi tindakan maka rencana itu hanyalah sebuah mimpi belaka.
  4. Entrepreneur adalah ”people” people: Dalam dunia bisnis, people adalah sumber paling berharga. Seorang entrepreneur mungkin memiliki ide terbaik, tapi bila entrepreneur tersebut tidak tahu bagaimana cara menemukan orang-orang yang tepat untuk bekerjasama dengannya dan tidak dapat memotivasi mereka, maka ide tersebut tidak akan sukses.

CUSTOMER Model Menurut Gordon (2007: 35), terdapat sebuah model yang berisi sembilan faktor penting yang harus diperhatikan oleh Entrepreneur, agar sukses dalam persaingan:

C-U-S-T-O-M-E-R! Customer: Shared beliefs, all-for-one, can-do, customer centered Uniqueness: Menciptakan nilai inovatif di setiap aspek perusahaan Strategy: Building sustainable, profitable competitive advantages Technology: Breakthroughs, disruptions, differentiation, productivity Opportunity: Memuaskan kebutuhan pelanggan secara konsan dan menguntungkan Management: Leadership, executive team, managers, supervisors Execution: Mencapai visi dengan strategic initiative Resources: People, keuangan, infrastruktur, pengetahuan, fisikal

Uang Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Butuh Uang (Wisdom from auntie cien) Entrepreneur yang sukses fokus pada “bagaimana menggerakkan sumber daya terbatas dengan modal terbatas?”. Entrepreneur tidak akan membiarkan kurangnya uang –menghentikan atau memperlambat langkah mereka. Pendekatan dasar untuk menggerakkan dan mengatur sumber daya adalah dengan: bernegosiasi dan barter untuk apapun yang mereka butuhkan, menggunakan sumber daya milik orang lain, mengontrol sumber-sumber, meskipun bukan milik mereka sendiri dan meminjam, menyewa atau leasing. (Gordon, 2007: 145-146)

2 thoughts on “eNTRePreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s