Pusat Pertanggungjawaban

Yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan bentuk pusat pertanggungjawaban adalah mengukur kinerja keuangan yang umumnya digunakan untuk mengukur kinerja eksekutif adalah rentabilitas (indikator kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba), likuiditas (kemampuan keuangan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya) dan solvabilitas (kemampuan keuangan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya). Selain itu perusahaan harus mempertimbangkan bahwa sebaiknya bagian produksi tidak dijadikan pusat laba, karena rentan untuk menjual lalu untungnya dimakan sendiri. Dan bagian pemasaran bila dijadikan pusat laba, bisa bermain melakukan efisiensi biaya.
• Suatu unit dibentuk jadi pusat biaya saat unit tersebut diberi peran untuk mengendalikan biaya dan prestasi manajernya diukur berdasarkan biaya. Namun dalam hal ini terdapat masalah, bahwa tidak ada biaya yang 100% dapat dikendalikan oleh manajer pusat biaya. Masalah yang timbul adalah biaya, hubungan biaya dengan pusat biaya jangka waktu dan tanggungjawab ganda. Kinerja pusat biaya terutama diukur berdasarkan efisiensi dan mutu. Untuk dapat memberikan penilaian yang obyektif tentang biaya-biaya yang menjadi tanggungjawab pusat biaya, maka sistem pengendalian harus dibentuk dengan baik.
• Suatu unit dibentuk jadi pusat pendapatan saat diberi peran untuk memperoleh pendapatan dan prestasi manajernya diukur berdasarkan pendapatan. Ukuran kinerja lainnya adalah pertumbuhan pendapatan dan pangsa pasar.
• Suatu unit dibentuk jadi pusat laba saat diberi peran untuk memperoleh laba (yang merupakan selisih pendapatan dengan biaya) atau prestasi manajernya diukur berdasarkan pendapatan dan biaya. Pendapatan adalah ukuran dari output dan biaya adalah ukuran moneter dari input atau sumber daya yang dikonsumsi. Laba sebagai ukuran kinerja terutama berfaedah karena memungkinkan manajemen senior memakai ukuran yang lengkap. Setiap pusat laba merupakan unit yang relatif independen, manajer mempunyai pengendalian yang signifikan atas sebagian besar keputusan operasi yang berpengaruh terhadap laba. Selain itu, suatu unit dibentuk menjadi pusat laba saat wilayah geografis badan usaha itu luas, misal PT. X yang berkantor pusat di Jakarta memiliki kantor cabang di Medan yang dijadikan pusat laba karena kantor cabang tersebut mengerti situasi dan kondisi di Medan dengan baik. Pusat laba juga muncul saat badan usaha ingin cepat mencapai tujuan.
• Suatu unit dibentuk jadi pusat investasi saat diberi peran untuk memperoleh pendapatan, mengendalikan biaya dan memanfaatkan investasi. Manajer dapat mempengaruhi secara signifikan keputusan-keputusan yang mempengaruhi investasi dalam aktiva divisional yang dikendalikannya. Alat ukur yang biasa digunakan adalah Return On Investment (ROI) dan Residual Income (RI). Dalam pusat investasi, manajer memiliki tanggungjawab dan otoritas pengambilan keputusan yang mempengaruhi biaya, pendapatan dan investasi. Manajer pusat investasi mempunyai ekstensif untuk tindakan-tindakan seperti pembelian aset jangka panjang, penentuan syarat-syarat kredit, penentuan tingkat persediaan dan penetapan harga jual.

9 thoughts on “Pusat Pertanggungjawaban

  1. hi..
    gw julie, gw mau nanya neh.kenapa laporan laba rugi pusat laba dapat menekan baik laba kotor maupun pendapatan operasional sebagai tambahan untuk menunjukkan pendapatan dan pengeluaran dari departemen yang bersangkutan?trus apa bentuk laporan pengendalian manajemen??

  2. ngeJawab hustianto yah, pendapatan udda masuk k pusat laba… dan Jawaban Lengkap daRi yg Lw tanyain itu tu udda ada and d bahas d bukunya anthony yg JuduLna Management Control System kok… ada di Bab Pusat Pertanggungjawaban gitu deh….semesteR ini gw dapet peLaJaRan ini Jadina gw masi inged, meskipun agak” Lupa dikit :p
    Coba aJa dibuka bukuna yg veRsi Indonesia aJa….
    at0 contact gw di emaiL ikainhere@gmail.com aJa kaLo emang beneR” butuh Jawabanna. (skRg gw g bawa bukuna) hahaha.

    salam sukses buad semua.

  3. mnta tolong donk..
    bagaimana jika bagian produksi dan pemasaran dijadikan sebagai pusat laba?
    dan bagaimana jika bag produksi dan pemasaran dijadikan sbg pusat biaya?
    trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s