Garuda Terbang Semakin Tinggi

picture1.jpgGarudafood merupakan perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia yang tahun ini mendominasi 81 persen pasar. Visi Garudafood adalah menjadi salah satu perusahaan terbaik di industri makanan dan minuman di Indonesia dalam aspek profitabilitas, penjualan dan kepuasan konsumen melalui karya yang kreatif dan inovatif dari seluruh karyawan yang kompeten.

Sedangkan misi yang diemban Garudafood adalah;

  1. Memuaskan konsumen dengan menyediakan produk-produk makanan dan minuman berkualitas dan produk-produk konsumsi dan layanan berkualitas, yang bukan berasal dari bahan-bahan yang merupakan hasil pengorbanan hewan atas kehendak langsung perusahaan;
  2. Membentuk komunitas karyawan untuk tumbuh bersama dan mengembangkan kualitas kehidupan, lingkungan kerja dan pekerjaan para karyawan.
  3. Menciptakan kemanfaatan jangka panjang yang berkesinambungan dalam hubungan antara perusahaan dengan seluruh mitra usaha; dan
  4. Meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dengan menjalankan etika bisnis dan pengelolaan perusahaan yang baik.

Cikal bakal Garudafood adalah PT Tudung, perusahaan yang bergerak di bisnis tepung tapioka yang berdiri pada tahun 1958 di Pati, Jawa Tengah. Pada tahun 1979 perusahaan yang didirikan mendiang Dharmo Putro ini mulai berbisnis kacang garing yang belakangan dikenal dengan sebutan Kacang Garuda.

Sejak Oktober 1994, Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto (Sudhamek) –anak bungsu Dharmo Putro menjadi CEO Garudafood. Sebelum bergabung bersama Garudafood, Sudhamek bekerja mencari pengalaman di Gudang Garam sebagai asisten Presiden Direktur Gudang Daram –menangani urusan hukum, treasury, sampai perekrutan pegawai. Di Djuhar Group, Sudhamek juga belajar entrepreneurship dan mengetahui bahwa kepemilikan saham adalah isu paling sensitif, yang setiap saat bisa jadi kekuatan atau meledakkan (bencana). Hal ini menjadi modalnya ketika mengelola perusahaan sendiri.

Starting Up with Distribution
Awalnya, Sudhamek membenahi Garudafood mulai dari distribusi dengan filosofinya yang sederhana: “Kalau mau bisnis maju, perlu berbenah diri dan itu butuh uang. Uang itu ada, kalau kita bisa menjual. Supaya bisa menjual, distribusi harus dibereskan dulu.” Sudhamek pun tak langsung masuk kota, tetapi pinggiran atau dari desa mengepung kota. Apalagi, saat itu posisi kompetitor di kota-kota besar sudah kuat dan sudah punya pelanggan sendiri. Sedangkan produk merek Garudafood belum terkenal dan omzetnya kecil.

Sejak Sudhamek memimpin Garudafood, Garudafood mengalami peningkatan 40 kali lipat. Dahulu produknya baru kacang kulit, sekarang produk Garudafood adalah aneka biskuit/wafer, permen, jeli, bahkan minuman berjeli. Dalam 10 tahun, dari satu item sudah menjadi 80-an item produk. Omzet perusahaan dari Rp 18 miliar setahun merangkak menjadi Rp 1,3 triliun pada akhir tahun ini. Dahulu hanya memiliki satu pabrik di Pati, sekarang sudah ada tujuh: 2 di Pati, 1 Surabaya, 2 Tangerang, 1 Cimahi, dan 1 Lampung. Tahun 2007 ini Garudafood berhasil menguasai 81 persen pasar di Indonesia dan produk-produk Garudafood muncul sebagai brand yang identik dengan produk inovatif.

Garudafood juga merambah bisnis makanan ringan berbahan baku kedelei dengan diluncurkannya produk inovatif Snack Kedelei, Kedelei Spicy dan Kedelei Rasa. Selain menguasai pasar nasional, produk Garudafood diekspor ke pelbagai negara seperti Singapore, Malaysia, Hongkong, Filipina, Brunei Darussalam, Cina, Australia, Kepulauan Pasifik, USA, Canada, Guatemala, Mexico, Bangladesh, India, Arab Saudi (KSA), UAE, Jordania, Lebanon, Yaman, Belanda, Jerman dan lain-lain.

Kini Garudafood memayungi sembilan anak perusahaan, yakni: PT. Garuda Putra Putri Jaya (Divisi Kacang Garing), PT. Garuda Putra Putri Jaya (Divisi Kacang Salut), PT. Garuda Putra Putri Jaya (Divisi Biscuit), PT. Sinar Niaga Sejahtera (Divisi Distribusi), PT. Bumi Mekar Tani (Divisi Perkebunan), dan PT. Tri Teguh Manunggal Sejati (Divisi Jelly), PT Garuda Solusi Inti (Divisi Pendidikan), PT Dharana Inti Boga (Joint Venture) dengan produk pertama susu sari kedelei bermerek Mr.Bean. Produk yang dihasilkan pun kian beragam, mulai dari makanan ringan (snack), minuman, basic food (nasi instant), hingga jasa pendidikan (Garuda Sales Institute).

Hasil Kerja Keras
Prestasi Sudhamek diakui dalam dan luar negeri. Salah satu penghargaan bergengsi yang Sudhamek raih adalah terpilih menjadi salah satu entrepreneur terkemuka dunia di ajang World Entrepreneur Of The Year (WEOY) Academy. Sudhamek meraih prestasi ini bersama 34 entrepreneur dari 32 negara lainnya. Penghargaan ini diberikan oleh Ernst&Young kepada entrepreneur yang gigih dan mampu bekerja keras. Kerja keras ini tidak hanya mampu menciptakan tapi mempertahankan kesuksesan usahanya.

Selain itu, sejak tahun 2003 Sudhamek masuk ke dalam posisi 10 besar CEO idaman Versi Warta Ekonomi. Namun tahun 2006 Sudhamek berhasil menempati peringkat 5 CEO idaman. Survei dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia dengan kategori penilaian kemampuan membuat perusahaan menjadi besar (14,21%), inovatif (6,28%), dan profesional (5,95%).

Tahun 2007 Garudafood meraih Top Brand Award. Merek bukan hanya sekedar identitas tetapi mampu menciptakan ekuitas yang tinggi bagi perusahaan, image dan loyalitas jangka panjang. Merek terkuat adalah merek yang selama bertahun-tahun mampu menempatkan diri pada posisi puncak: (1)Top of market share, (2)Top of mind share, (3)Top of commitment share. Oleh karena itu, Majalah Marketing dan Frontier Consulting Group menggelar Top Brand Award 2007. Penghargaan ini diberikan kepada merek-merek yang berhasil mencapai posisi yang top, bukan hanya dalam jangka kurun setahun tapi lebih dari satu tahun. Dua merek Garudafood berhasil meraih dua penghargaan Top Brand untuk kategori kacang bermerek dan jelly drink yaitu Kacang Garuda dan Okky Jelly Drink.

Tahun 2006 Garudafood meraih dua penghargaan. Yang pertama, The Dream Team Champions. Penghargaan ini baru pertama kali diadakan oleh majalah SWA. Ajang ini mengumpulkan tim-tim pemasaran terbaik dari masing-masing perusahaan untuk kemudian berlomba untuk menjadi The Dream Team Champions. Tim pemasar Gery mampu meraih Special Award: Brand Builder Champion atas prestasinya membangun Gery hingga menjadi market leader di kategori biskuit di Indonesia.

Yang kedua, Marketing Award. Marketing award merupakan penghargaan di dunia pemasaran yang ditujukan bagi perusahaan-perusahaan yang menunjukkan kepemimpinan dalam dunia pemasaran. Ada lima kategori yang diperebutkan dalam ajang ini yaitu The Best Market Driving Company, The Best Innovation in Marketing, The Best IT in Marketing, The Best in Experiential Marketing, The Best in Marketing Campaign. Di ajang yang baru tahun ini digelar, Garudafood menggondol dua penghargaan yaitu The Best Campaign dan The Best Innovation.

Tahun 2003-2007 tujuh produk Garudafood yaitu Garuda (Kategori Kacang Bermerek), Gery (Wafer Coating Coklat), Okky Jelly (Jelly Cup), Gery Chocolator (kategori Wafer Stick), Leo (Keripik Tepung Kentang Olahan), Mountea (Minuman Rasa Buah) dan Pilus Garuda (Kategori snack pilus) meraih Indonesian Best Brand Award (IBBA) yang merupakan penghargaan untuk merek-merek terbaik di masing-masing kategori produk yang diadakan oleh Majalah SWA sejak 2001. IBBA diberikan sebagai apresiasi bagi merek-merek terbaik di Tanah Air sekaligus sebagai tolok ukur kinerja sebuah merek produk di Indonesia. Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan hasil survei dari lembaga riset pemasaran MARS bekerja sama dengan majalah SWA. Responden dalam survei itu berasal dari tujuh kota besar Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Makasar dan Denpasar.

Dari tujuh kategori IBBA 2007 yang diraih merek-merek Garudafood, tiga di antaranya meraih pedikat Golden Brand, yakni Garuda (Kategori Kacang Bermerek), Gery (Wafer Coating Coklat), Okky Jelly (Jelly Cup). Prestasi ketujuh brand Garudafood ini tentu sangat membanggakan. Sebuah pencapaian yang luar biasa, mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan dapat menjadi bukti kerja keras Garudafood dalam membangun dan membesarkan merek. Merek merupakan aset perusahaan yang sangat tinggi nilainya. Sebagai aset yang tidak kasat mata (Intangible Asset), keberadaan merek acap kali melebihi aset yang nyata (Tangible Asset). Kenyataan ini yang menjadi tantangan bagi para pelaku bisnis, termasuk yang bergerak di industri Consumer Goods untuk terus meningkatkan awareness merek mereka di benak publik. Garudafood selaku salah satu perusahaan makanan dan minuman nasional sangat menghargai sekaligus menyadari kekuatan sebuah merek, sehingga terus berupaya membangun dan memelihara merek-merek yang dimilikinya.

Prestasi ini membuktikan konsistensi dan komitmen Garudafood yang tinggi untuk terus memunculkan produk-produk yang inovatif dan berkualitas. Penghargaan Golden Brand mengukuhkan dominasi Garudafood di pasar Kacang, Biskuit, dan Jelly. Tak mudah mempertahankan posisi yang sudah diraih lebih dari tiga kali ini.

Sedangkan bagi LEO penghargaan IBBA 2007 merupakan pengakuan atas jerih payahnya membangun dan memelihara kekuatan merek di pasar snack nasional. Leo sendiri dikenal dengan varian produknya yang inovatif seperti Leo Keripik Kentang dan Leo Kerupuk. Sementara bagi Pilus Garuda, kemenangan di kategori yang baru pertama kali dimunculkan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Sejak pertama kali meluncurkan Pilus Garuda, tim Pilus konsisten membesarkan merek ini dengan segala daya upaya hingga akhinya bisa dikenal luas di masyarakat dan bahkan memperoleh pengakuan dari lembaga riset nasional. Bagi Mountea sendiri, IBBA 2007 adalah buah dari kerja kerasnya membuat terobosan baru dalam bisnis minuman teh dalam cup yang kini banyak diikuti oleh pemain di industri minuman lainnya.

Api Yang Semakin Besar
Sudhamek mengakui bahwa Ayahnyalah yang menciptakan api dan kemudian dirinya datang membawa bahan bakar. Sekarang ini api tersebut menjadi semakin besar. Namun, meski Garudafood sudah memiliki nama besar, Sudhamek mengaku tetap berhati-hati menghadapi persaingan dengan produsen sejenis. Apalagi, kompetitor sudah ada yang tegas melakukan strategi imitatif. Tetapi Sudhamek tetap optimis, meski ditiru, produk Garudafood tetap punya nilai tambah yang unik.

Seperti halnya waktu Garudafood masuk pasar minuman berjeli (Okky Jelly Drink) yang menghilangkan haus dan mengenyangkan sehingga beda dengan pesaing (strategi ceruk pasar). Dan untuk produk biskuit atau wafer, memang macamnya sama dengan produsen lain, tetapi harganya lebih murah. Garudafood yang pertama kali merintis biskuit seharga Rp 500. Jadi apa pun produknya bisa diinovasi tidak cuma rasa, warna, kemasan, tapi juga harga. Terutama pasar Indonesia sangat sensitive terhadap harga.

Tidak Pernah Menyerah Pada Kegagalan
Dibalik segala kesuksesan yang telah diraih, Sudhamek mengaku pernah gagal. Kegagalan yang paling besar adalah saat perusahaannya yang bergerak di bidang stainless steel bangkrut terkena dampak krisis moneter 1997. Kegagalan lainnya adalah pada tahun 2002, penjualan Garudafood menurun 10-15 persen, ketika produk makanan sejenis banyak yang masuk pasaran. Persaingan begitu ketat dan Garudafood lalai tak mengantisipasi. Tetapi kegagalan ini tidak memperlambat atau bahkan menghentikan langkah Sudhamek untuk terus maju. Sudhamek melihat kegagalan ini sebagai sukses yang tertunda dan belajar untuk menjadi lebih baik.

Seperti halnya saat Garudafood mengeluarkan Gery Chocoroll yang bentuk dan ukurannya seperti astor. Ternyata produk ini tidak laku di pasar. Kemudian setelah memutar otak dan berusaha mencari ide yang kreatif dan inovatif, akhirnya Garudafood meluncurkan kembali Gery Chocoroll tersebut dengan ukuran lebih pendek dan dibungkus sachet sehingga harganya bisa sangat miring. Dan ternyata pasar memberi respon yang positif terhadap produk ini.

Innovative Approach
Sesuai tagline Garudafood –Leading in Innovation, Garudafood terus-menerus melakukan perbaikan. Target yang diusung dalam visi Garudafood hingga 2008 adalah menjadi perusahaan makanan dan minuman terbaik dalam aspek keuntungan, pendapatan dan kepuasan pelanggan. Mengacu pada konsep balanced scorecard, untuk mencapai sustainable enterprise (perspektif keuangan), Garudafood dituntut untuk selalu dapat memberikan nilai tambah (value added) kepada pelanggannya (perspektif customer). Upaya itu perlu didukung proses yang kreatif dan inovatif (perspektif internal business). Proses kreatif dan inovatif ini hanya bisa terjadi jika sumber daya manusia Garudafood adalah knowledge workers (learning and growth perspective).

Di samping itu, Garudafood juga berupaya menciptakan iklim agar setiap individu secara proaktif mengekspresikan potensi belajar dan kreativitasnya untuk menghasilkan suatu proses perubahan. Potensi ini akan tumbuh apabila suasana kerjanya kondusif dalam kebebasan berekspresi.

Setiap individu dituntut untuk selalu memiliki semangat pantang menyerah dan tidak mengalah pada kegagalan. Dalam setiap proses kreatif diciptakan iklim yang membuat orang merasa nyaman untuk berkreasi tanpa harus dihantui dengan risiko kegagalan. Kini, sekitar 16.500 karyawan menganggap Garudafood Group sebagai rumah.

Karyawan Garudafood adalah sumber daya terpilih yang tak ternilai harganya. Mereka memiliki skill, knowledge, dan attitude yang baik dengan terus menerus berkreasi dan berinovasi (continuous improvement).

Target Garudafood lainnya adalah melakukan ekspansi. Dalam strategi berekspansi, Garudafood tidak melakukan semua sendiri. Sewaktu masuk bisnis biscuit Desember 1997, Garudafood memulainya sendiri, tapi gedung pabrik dibeli dari perusahaan pencelupan kain yang bangkrut karena krisis. Kemudian ketika memulai bisnis jeli, Garudafood mengakuisisi perusahaan jeli tradisional dan kemudian menjadi pemegang saham mayoritas. Ketika menggulirkan bisnis permen merek Ting-Ting, menggunakan pola original equipment manufacturing dengan melakukan outsource ke perusahaan di Cina.

Begitupula dalam meluncurkan produk nasi instant, Garudafood menerapkan strategi menggandeng mitra dari Cina. Sudhamek memilih untuk tidak harus investasi sendiri dari nol, karena prinsip Garudafood adalah asset efficiency.

Target Sudhamek lainnya adalah tahun 2008 dapat meraih penerimaan Rp 5 triliun atau tumbuh 35 persen per tahun. Agar bisa tumbuh 35 persen per tahun, butuh investasi banyak, sekitar Rp 1 triliun, oleh karena itu Sudhamek berpikir untuk go public, karena jelas sekali Garudafood butuh sumber pendanaan yang bervariasi, tidak cuma dari operasional perusahaan, bank, dan pasar uang atau obligasi, tetapi juga dari saham.

Oleh karena itu, baru-baru ini Garudafood menambah divisi corporate secretary –yang membawahi empat departemen yaitu: corporate communication, legal, planning dan office management. Divisi corporate secretary biasanya merupakan cikal bakal bagi perusahaan akan go public. Nursalim (2007) mengatakan bahwa go public hanya salah satu bagian dari strategi perusahaan, bukan merupakan tujuan. “Orang mendirikan perusahaan, tujuannya bukan go public tetapi menjadikan perusahaannya sustainable”. Suatu perusahaan yang sahamnya dimiliki publik biasanya perusahaan tersebut bisa lebih sustain (terus-menerus) karena kepentingan yang diusung adalah kepentingan publik. Untuk bisa seperti itu, salah satu jalannya bisa melalui go public. Dan itu memang menjadi concern Garudafood.

Sudhamek mengatakan bahwa tujuan utama Garudafood go public adalah meningkatkan share holder value dalam jangka panjang. Karena itu, Garudafood harus membuat persiapan yang benar-benar matang dan melakukan berbagai pembenahan.

Bertanggung Jawab Sosial
Hiruk-pikuk perekonomian tidak sebatas suku bunga, indeks harga saham, dan investasi. Untuk mencapai kesejahteraan bersama perlu ditanam instrumen sosial dalam kinerja pasar. Sudhamek mengakui pentingnya tanggung jawab sosial para pelaku usaha dan tanggung jawab sosial korporat bukanlah beban, tetapi hal yang menguntungkan kedua belah pihak, baik perusahaan maupun stakeholdernya. Garudafood membina para petani kecil yang kemudian berdampak semakin baiknya kualitas hasil garapan petani. Kedepannya, Garudafood akan terus mengembangkan wujud peran sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar/masyarakat luas dengan membuat suatu program khusus –Sehati Garudafood yang memiliki agenda utama: kesehatan masyarakat, lingkungan, bantuan kemanusiaan, bantuan kepada usaha kecil menengah (UKM) dan pendidikan.

15 thoughts on “Garuda Terbang Semakin Tinggi

  1. dear Agnes,
    saya sedang menulis skripsi tentang analisa kepemimpinan manajer, bolehkah saya minta info referensi mengenai postingan ini, nama majalah dan juga edisi terbitnya. Thanks a lot sebelumnya…

  2. postingan ini adalah paperku bareng dua rekanku ^_^
    tugas kuliah gitu..
    data kami kumpulkan dari artikel2 online dan beberapa buku “inovation and creation”.

    buku tentang entrepreneur nya kita pake Michael Gordon yg Trump University

    Btw soal kepemimpinan manajer, coba lo beli SWA bulan ini punya
    ok

  3. Dear Agnes,

    Kalau membaca artikel kamu ttg Garudafood, sepertinya kamu cukup memahami garuda food. Oya ada referensi lain yg kamu ketahui mengenai Garuda food / wings group / Orang Tua Group? Aku juga lagi mau bikin paper mengenai growth nya industri F&B di Indonesia dengan memakai contoh seluk beluk/peranan tiga perusahaan besar (Garuda/Wings/Orang Tua) dalam industri food&bev di Indonesia. Many thanks Agnes!

  4. Helo Emilia..
    Kalo yang aku baca di majalah MIX 09/ 20 September-22 Oktober 2007
    Nikmatnya pasar biscuit memancing ketertarikan Orang Tua Group (OTG). Kalau di kategori sachet Garudafood punya payung besar Gerry, maka OTG punya merek Oops. Tadinya merek Oops ini menyasar pasar anak, tapi ternyata juga direspons luar biasa oleh pasar remaja dan dewasa. Makanya OTG melakoni brand extention merek Oops dengan meluncurkan Oops Butter Crackers (OBC).

    Utk kategori produk mi instan, pertumbuhan per tahun rata-rata sekitar 5%-7%. Pemain besarnya Indofood (Indomie, sarimi, supermie), Wingsfood (Mie Sedaaap), OTG (Mi Kare), Salami, dll.

    Utk kategori biskuit, pada tahun 2005 pasar biskuit secara keseluruhan mencapai 199,563 ton atau Rp 4,845 triliun di mana pemain besarnya adalah Danone, Mayora, Garudafood, OTG dan Khong Guan.

  5. Hmmm kelihatan ya kalau Indofood sengaja buat 3 brand untuk kategori instant noodle buat “sikut” brand2 lain pada segmennya masing-masing.

    Kalau untuk beverage khususnya kategori minuman ready to drink kemasan cup kamu ada referensi?
    Aku lihat pertumbuhan industrinya juga cukup besar ya, dalam 1-2 tahun terakhir ini saja, rasanya banyak sekali produk minuman cup yang keluar sperti misal : frutamin-pepsi, breaktea-kino, ale2-wings, baru-baru ini Teh Gelas-OTG.
    Masing-masing berusaha memikat konsumen dengan bentuk promonya yg bermacam-macam, tapi yang paling kelihatan promo scratch and win lagi ramai tampaknya di pasaran. Lagi nge-trend.
    Kalau menurut kamu program scracth and win seperti ini akan bertahan berapa lama ya buat menarik perhatian konsumen?
    Thanks.

  6. Hey Emilia!
    Pasar minuman ringan Indonesia scr umum pd thn dpn diperkirakan akan mningkat, tp utk kategori tetentu kyk minuman berkarbonasi isotonik stagnan. Pertumbuhan bagus diperkirakan di pasar ready to drink (RTD) green tea Mnurut sambas winata (mix, 2007: 35) akan naik 20%.

    Btw kapan hari majalah swa ngadain survey utk Indonesia Best Brand Award. utk kategori minuman sari/rasa jeruk dlm cup, nomor 1 Frutang, lalu okky jelly drink, nutri jeruk, ale2, freso.

    btw soal sales promo. OTG juga gila tuh gimmicknya hadiah mobil loh!! aku g tau deh program strach and win akan betahan brapa lama. Yg pasti sales promo kan ga bisa terus2an..pasar bisa jenuh. Sales promo hny ditujukan utk generate sales!!

  7. Hi Agnes, salam kenal, bagus sekali blog-nya, lebih bagus lagi karena menulis tentang GarudaFood…he..he… Btw, ada narasumber yang dihubungi di GarudaFood sebelum ini? Anyway, terima kasih atas informasi tentang GarudaFood yang dimunculkan di blog.

  8. wah………….. hoki….. seribu…………hoki…… THX.s bgt…. angnes ,lg browsing bolak-balik, muter-muter, seribu web gw buka ga ketemu-temu TERNYATA ADA BLOG YG NGEBAHAS GARUDAFOOD, boleh gw copy kan blognya and gw pake buat TGS kul gw? Hee… Heeee….MAKASIH BANYAK……. GW EMANG HOKI..SERIBU HOKI !!

  9. haiiii agnes…
    salam kenal ya?
    agnes ku gi ada tugas suruh cari strategi yang di gunain ma garuda food ni. u bisa bantu kasih g?
    makasih atas bantuannya.

  10. I like the valuable info you supply in your articles. I will
    bookmark your blog and test once more here regularly. I’m somewhat certain I will learn plenty of new stuff right here! Good luck for the following!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s