Carrefour Taiwan: Jembatan Masuk Pasar Asia

Sebelum memutuskan apakah akan beroperasi secara internasional, sebuah perusahaan harus memahami sepenuhnya lingkungan pemasaran internasional. Hal itu disebabkan karena kesiapan setiap negara untuk menerima kehadiran produk atau jasa berbeda, serta daya tariknya sebagai pasar bagi perusahaan asing tergantung pada lingkungan ekonomi, lingkungan politik atau hukum, dan lingkungan budaya. Carrefour merupakan salah perusahaan global yang saat ini hadir dan terus berkembang di banyak negara termasuk Asia. Perusahaan global adalah perusahaan yang dengan operasinya di lebih dari satu negara, memperoleh keunggulan pemasaran, produksi, litbang, dan keuangan, yang tidak didapatkan oleh pesaing yang hanya beroperasi dalam negeri, dan memandang dunia sebagai sebagai satu pasar.

Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi Taiwan yang lebih menjanjikan daripada wilayah-wilayah lain di kawasan Asia, menjadi salah satu alasan bagi Carrefour untuk memilih Taiwan sebagai jembatan penghubung bagi negara-negara lain di kawasan Asia. Hal yang menjadi daya tarik Taiwan bagi Carrefour adalah kepadatan populasi Taiwan, lalu lintas jalan yang padat. Namun demikian, Carrefour menghadapi beberapa kegentingan, kesulitan, dan masalah awal yaitu lokasi toko (store location). Carrefour tidak menginginkan lokasi yang terbuka, namun dalam gedung, basements atau ground floor di wilayah-wilayah populasi yang padat. Karena hal itu akan menyebabkan pelanggan akan datang dalam radius tiga kilometer. Dari hasil penelitian Carrefour menunjukkan bahwa rata-rata kunjungan masyarakat Taiwan ke Toko adalah dua kali dalam seminggu dibandingkan dengan di Perancis sebanyak 1.2 kali dalam sebulan. Carrefour memilih lingkungan padat penduduk karena mempertimbangkan kedekatan dengan pelanggan, kemudahan jangkauan, jarak dengan pemasok yang dekat.


Lingkungan Budaya
Carrefour harus menyesuaikan diri dengan lingkungan budaya masyarakat setempat, dimana Carrefour memiliki tanggungjawab untuk memelihara hubungan dengan para supplier, menyeleksi produk-produk dan menegosiasikan harga, mentukan harga eceran, merekrut para pekerja, negosiasi gaji, pemberian gaji, menentukan promosi yang memungkinkan untuk staff dan memiliki masukan untuk keputusan bonus. Di Taiwan Carrefour benar-benar dihadapkan pada beberapa masalah budaya yang cukup pelik, seperti hubungan dengan para supplier, dimana local supplier tidak begitu agresif. Para supplier di Taiwan sangat fleksibel dalam masa pengiriman dan dalam masa pembayaran. Di Taiwan, Bahasa juga merupakan salah masalah bagi para manajer ekspatriat Perancis, dimana Taiwan merupakan negara dimana pekerjaan dan bahasa lokal tidak sama, dan dimana semua dokumen ditulis dalam dua bahasa (China dan Inggris). Masalah lainnya adalah masalah perbedaan budaya, dimana kunci perbedaan antara budaya China dan French adalah pada tiga prioritas utama, dimana di China dimulai dengan emotion (qing), reason (li), law (fa), sedangkan untuk budaya French law merupakan yang pertama, kemudian baru reason dan emotion (Courbon dan Lasserre, 1994: 848).


Lingkungan Politik dan Hukum
Sebelum memutuskan untuk hadir di pasar Asia, Carrefour melakukan beberapa studi kemungkinan (feasibility study) selama 1.5 bulan di Taiwan, dengan tujuan untuk menganalisis kondisi lokal apakah sesuai dengan kriteria Carrefour. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Carrefour dalam kehadirannya di Taiwan adalah kandungan alam terhadap retailing, keterbukaan terhadap investasi asing, stabilitas politik dan inflasi rendah; serta undang-undang keamanan lingkungan dan rintangan bahasa. Carrefour menghadapi aturan yang menyulitkan berkenaan dengan penggunaan tanah, dan perbedaan-perbedaan antara penggunaan untuk industri dan penggunaan tanah untuk perdagangan, hal tersebut menyebabkan Carrefour tidak dapat membangun di bagian pinggiran kota (suburbs). Selain itu dalam membuka market retail di Taiwan, investasi dalam hal dekorasi dan layout juga dibatasi, lantai diberi semen yang sederhana, memasang ubin putih pada toko-toko yang mewah. Oleh karena hal perlu dilakukan oleh Carrefour untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan politik dan hukum di Taiwan menciptakan suatu kondisi kekeluargaan sehingga dapat menyatu dengan kehidupan masyarakat setempat.

ANALISIS STP
Pemasaran Segmentasi

Pemasaran segmentasi dapat menciptakan penawaran atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan konsumen dengan harga yang tepat bagi segmen sasaran, selain itu juga pemasaran segmen memiliki manfaat untuk pemilihan saluran distribusi (distribution channel) dan komunikasi yang lebih jelas serta mengerti lebih dalam tentang siapa saja pesaing yang juga bermain pada segmen yang sama. Terdapat dua segmen masyarakat di Taiwan yang menjadi tujuan pemasaran Carrefour, yaitu segmen masyarakat Taiwanese urban residence dan masyarakat rural residence. Dari kedua segmen masyarakat iitu, yang menjadi segmen utama dari Carrefour adalah masyarakat Taiwanese urban residence. Mengapa Taiwanese urban residence yang menjadi segmen utama? Hal ini disebabkan karena urban residence memiliki lokasi yang sangat strategis untuk usaha, dimana kepadatan penduduk di urban area menjadi salah satu pertimbangan utamanya, dimana di daerah yang padat penduduk, Carrefour mempertimbangkan kedekatan dengan konsumen, kemudahan jangkauan konsumen, jarak dengan pemasok yang dapat mempengaruhi kontinuitas pengiriman barang penjualan, serta lain sebagainya. Hal-hal tersebut merupakan faktor-faktor penting yang mendukung meningkatkan keberhasilan bisnis Carrefour di Taiwan.

Pemasaran Targeting
Setelah segmen pasar ditetapkan, maka perusahaan dapat memasuki fase penetapan pasar sasaran (targeting marketing) yang terdiri dari evaluasi setiap daya tarik segmen pasar dan melakukan pemilihan satu atau lebih segmen untuk dimasuki. Siapa yang menjadi target Carrefour pada kehadirannya di pasar Taiwan? karena Konsep awal pembangunan Carrefour adalah Konsep hypermarket yaitu sebuah supermarket besar yang mengombinasikan department store (toko serba ada), yang menjual segala jenis keperluan masyarakat. Ketika memasuki pasar Taiwan, target pasar Carrefour adalah penduduk Taiwan yang selama ini berbelanja di pasar-pasar tradisional, dimana tujuannya adalah untuk menciptakan suatu nuansa berbelanja yang lebih moderen serta suasana berbelanja yang lebih nyaman dan teratur.

Pemasaran Positioning
Positioning mengarahkan bagaimana customer’s berpikir tentang usulan dan atau merek-merek terbaru dalam suatu pasar. Seorang manajer pemasaran perlu realistis melihat bagaimana para pelanggan berpikir tentang penawaran yang ada di pasar, karena tanpa itu akan sulit bagi manajer pemasaran untuk membedakan. Persoalan positioning secara khusus penting ketika para pesaing dalam pasar muncul atau berkembang dengan cara yang sama. Pasar Carrefour memiliki beberapa pesaing di Taiwan seperti Makro’s hypermarket yang juga berkembang dengan cara yang sama dengan Carrefour. Namun demikian Carrefour memiliki beberapa keunggulan yang dapat menjadi positioning-nya sehingga kehadirannya dapat terus diterima dan terus berkembang. Carrefour menempatkan beberapa kunci suksesnya sebagai positioning dari perusahaan diantaranya adalah one-stop shopping, extremely low prices, full range of choice, self service and free parking. Dari beberapa positioning tersebut, yang menjadi positioning utama dari Carrefour adalah one-stop shopping dan extremely low prices. Bagi Carrefour, harga bukan berarti sama dengan competitive advantage namun lebih dimaksudkan agar Carrefour tetap survival.

ANALISIS SWOT
Strenghts

Kekuatan Carrefour berada pada positioning-nya harga murah dan barang lengkap, lalu Carrefour selalu berada di tempat yang strategis sehingga mudah dijangkau, tempatnya luas, nyaman dan free parking. Sehingga konsumen datang tanpa membeli pun jadi senang karena tidak perlu membayar parkir.
Weakness
Masalah komunikasi. Taiwan adalah satu-satunya negara di mana bahasa dalam bekerja dan bahasa lokal tidak sama dan semua dokumen harus ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa China dan Inggris; setiap menit dalam rapat, laporan performa, seluruh dokumen lainnya (termasuk kebijakan perusahaan) adalah bilingual. Manajer asing tidak dapat mempelajar bahasa China secepat bahasa Portugis, Spanyol ataupun Inggris. Masalah komunikasi antara manajer asing dan karyawan lokal memiliki konsekuensi yang penting, pimpinan departemen yang kompeten tidak berkomunikasi dalam Inggris dasar dengan manajer toko ekspatriat akan susah dipromosikan sebagai kepala seksi. Selain itu, susah juga untuk mengkomunikasikan kebijakan perusahaan dan kultur perusahaan. Mass retailing adalah konsep baru di Taiwan dan hambatan bahasa membuat susah untuk mengkomunikasikan tujuan, strategi, visi dan misi Carrefour. Masalah kedua adalah cultural gap. Prioritas orang China yang utama adalah emosi, yang kedua alasan dan yang terakhir adalah hukum. Sedangkan prioritas orang Perancis yang utama adalah hukum (mengimpikasikan bahwa kebijakan Carrefour adalah peraturan emas), kedua alasan dan yang terakhir adalah emosi. Benar-benar bertolak belakang. Masalah ketiga adalah hubungan dengan pemegang saham baru, lingkungan sekitar (sejak hampir seluruh toko Carrefour berada di urban area) dan mafia local. Proteksi harus dinegosiasikan dan sirkulasi klien ketat dan menjadwalkan pengiriman diorganisasikan untuk setiap toko dalam kooperasinya dengan suplier.

  • Sumber daya manusia di Taiwan merupakan masalah besar. Tingkat pengangguran sangat rendah (1993: 1.15%) dan anak muda tanpa keahlian lebih tertarik bekerja di clean service seperti bar karaoke, kedai kopi dan restoran. Turnover rata-rata staf Carrefour adalah 65% per tahun, 40% staf berusia di bawah 18 tahun, kebanyakan bekerja paruh waktu. Sehingga rasa memiliki dalam organisasi sangat terbatas dan usaha training, teknikal dan pengembangan personal terpusat pada kebijakan manajemen toko.
  • Suplier kekurangan data dasar (jumlah dan nilai), tingkat sediaan dan akuntansi sederhana atau informasi penagihan. Daftar harga tidak didasarkan pada biaya tapi pada harga jual ideal. Beberapa supplier kehilangan uang.
  • Equipment bermasalah. Hanya 10% supplier mengirimkan barang dalam pallet dan ukuran pallet tidak terstandarisasi. Meskipun Taiwan merupakan produser plastik terbesar, tapi blister-pack sangat sukar ditemukan.
  • Salespeople mendatangi Carrefour tanpa katalog, tanpa nomor referensi produk dan kadang-kadang tanpa formulir pemesanan.
  • Suplier lokal tidak agresif. Peritel seringkali memohon minta produk. Inovasi terbatas tapi bisa diprakasai oleh Carrefour.

Opportunities
Wanita memegang peranan penting, karena 80% dari 20 juta pelanggan yang datang dan berbelanja di Carrefour adalah wanita (Carrefour, 2007). Namun menurut Lu, Carrefour di Taiwan memiliki lebih banyak konsumen pria daripada wanita (Taiwan Review, 2007). Karena pria itu praktis, maka pria dapat dipengaruhi dengan produk-produk yang dikemas dengan praktis seperti buah dan daging yang sudah dipotong. Selain itu, pria biasanya adalah tulang punggung keluarga, yang bertugas mencari nafkah, oleh karena itu waktu yang mereka miliki sangat terbatas dan mereka sensitif terhadap harga. Sehingga ini menjadi kesempatan bagi Carrefour yang memiliki positioning murah dan lengkap.
Taiwan adalah Negara berkembang, dengan pendapatan disposable yang meningkat dan accumulated wealth. Belanja adalah pengalaman paling mengasyikan bagi penduduk kota Taiwan, buktinya setiap akhir pekan seluruh pasar sangat sibuk. Menurut survei oleh consumer research consulting institution, sekitar 52.7% shoppers berorientasi pada harga dan 51.3% berorientasi pada rasa atau kualitas. 32.1% campuran perilaku belanja yang concern pada harga dan rasa serta kualitas.
Pemerintah secara aktif memperkenalkan lingkungan perdagangan untuk menarik investmen dan merencanakan untuk mendirikan institut penelitian perdagangan untuk membangun platform untuk mengembangkan perdagangan. Dalam menghadapi pasar globalisasi dan liberisasi, pemerintah secara progresif menghilangkan regulasi dalam mengimpor barang-barang, seperti granulated gula dan susu, di mana mungkin menarik perusahaan asing yang berpikir untuk melakukan ekspansi pada pasar Taiwan.
Threaths
Perusahaan ritel sekarang menghadapi isu yang kritikal, termasuk tantangan lingkungan, perubahan perilaku konsumen, persaingan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Juga, karena pasar di Taiwan semakin matang dan kompetitif, meningkatnya jumlah peritel yang pindah ke China daratan. Begitu pula dengan ketidakpastian politik dan kebijakan investasi harus dipertimbangkan dengan hati-hati ketika membuka toko atau perusahaan di China
Pasar ritel matang dan bersaing di Taiwan. Kesamaan produk dan saluran distribusi adalah faktor utama untuk menjadi pemimpin pasar. Untuk menjawab kebutuhan konsumen membeli barang dalam satu toko, peritel harus mempertimbangkan bagaimana membangun platform untuk mengintegrasikan saluran nonfisik dan fisik. Hal ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit dalam pengadaan perangkat keras atau lunak serta membangun supply chain yang kuat. Penekanan sistem pemasaran yang efektif sangat bermanfaat untuk mengapai tujuan, padahal supplier Taiwan kekurangan data, pengiriman sering bermasalah dan tidak agresif.
Carrefour yang sangat memprioritas hukum (prioritas utama orang Perancis). Kepatuhan pada pembayaran pajak pertambahan nilai merupakan hal yang penting di Perancis. Padahal Carrefour mempunyai produk yang banyak sekali jenisnya, maka kemungkinan salah mengaplikasikan pengenaan pajak sangat besar. Terutama di Taiwan, ada pajak bisnis dan pajak pertambahan nilai tapi juga ada zero tax. Maka perlu ada konsultan pajak.

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN
Mengamati perilaku konsumen berpengaruh penting dalam penentuan konsep pemasaran Carrefour di Taiwan. Berikut ini beberapa faktor yang dominan mempengaruhi perilaku pembelian konsumen:

  1. Masyarakat Taiwan mengagumi pandangan dan gaya hidup Barat. Ini ditandai dengan maraknya disko dan klub malam, perayaan Natal, Valentine disamping perayaan tradisional. Berlaku juga untuk konsep belanja modern, hypermarket, yang populer di Amerika Serikat dan Eropa. Di Taiwan, konsep belanja di pasar tradisional akan bergeser menjadi tren belanja di supermarket dan hypermarket. (Kotler, Swee, Siew, Chin, 1999: 188)
  2. Nilai “Lian/Mianzi” atau “muka” sangat penting dalam hubungan sosial. Artinya menghormati orang lain, menjaga harga diri, menjaga perasaan orang lain dan tidak menghina orang lain. Masyarakat Taiwan cenderung tidak mengkomplain atas ketidakpuasan dalam pelayanan untuk menjaga “muka” penjual dan menyukai pendekatan emosional terutama yang dapat meningkatkan kehormatan dan harga diri mereka. (Kotler, Swee, Siew, Chin, 1999: 194)
  3. Minat konsumen terhadap promosi di dalam toko yang paling dominan adalah sampling, diskon dan pengenalan produk oleh SPG. Sedangkan minat untuk promosi produk yang dominan adalah free sample, diskon dan undian. (Kotler, Swee, Siew, Chin, 1999: 197)
  4. Segmen psikografik masyarakat Taiwan adalah: (Kotler, Swee, Siew, Chin, 1999: 201)
  • Traditional Homebodies  pandangan tradisional, tidak mengikuti trend, tidak tertarik menonton televisi
  • Confident Traditionalists  nilai moral tradisional dan harga diri tinggi
  • Family centerd fatalists  mengutamakan keluarga, status quo, tidak berminat pada tren
  • Lethargics  karakteristik sederhana, tidak mudah dipengaruhi media.
  • Middle class hopefuls  rendah hati, optimistik, berhati-hati terhadap pengeluaran, suka mencoba hal baru.
  • Discontented moderns  mengikuti trend sekaligus mempertahankan nilai tradisional, suka bersenang-senang dan menonton televisi
  • Rebellious young  trendsetters, pembeli yang impulsive, relatif individualistik
  • Young strivers  bersaing, materialistik, kadang menonton televisi, mencari barang yang sesuai dengan citra diri dan kebutuhan.

ANALISIS BAURAN RITEL
Kondisi yang terus berubah menuntut pembelajaran yang terus menerus untuk menentukan strategi marketing yang sesuai. Untuk itu perlu ditetapkan strategi jangka pendek untuk mengantisipasi perubahan tanpa kehilangan identitas Carrefour. Berikut adalah strategi 6P yang diterapkan Carrefour untuk menjawab tren hypermarket yang melanda Taiwan saat ini, didasarkan pada pertimbangan pemicu dan hasil.
Produk
Agar sukses, ritel harus memperhatikan elemen produk, yakni keluasan dan kedalaman serta keragaman produk. Semakin lengkap semakin baik. Sesuai dengan positioning “One-stop shopping”, Carrefour menyediakan kelengkapan barang sebanyak mungkin, karena pria-wanita, suami-istri di Taiwan semuanya bekerja, sehingga tidak banyak waktu terbuang untuk belanja, oleh karena itu mereka membutuhkan satu tempat, di mana semua kebutuhan mereka dapat terpenuhi. Selain itu, sulitnya mengembangkan keunggulan bersaing melalui barang-barang, karena para pesaing dapat membeli dan menjual merek-merek nasional yang sama terkenalnya, membuat Carrefour lalu menyadari keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan dengan mengembangkan merek-merek berlabel privat yaitu merek “Carrefour”, yang hanya tersedia di toko-toko Carrefour. Produk-produk lokal juga harus dimasukkan, karena sesuai dengan kondisi masyarakat sekitar, seperti sayuran, makanan laut, daging babi, dan lain-lain. Orang Taiwan biasanya berbelanja di pasar tradisional yang selalu menyediakan produk makanan segar, maka Carrefour juga menyediakan produk yang segar dengan pendingin. (Invest in Taiwan, 2007). Karena konsumen Carrefour di Taiwan lebih banyak pria daripada wanita, maka produk yang disediakan sifatnya praktis, seperti daging yang sudah dipotong-potong, ikan yang sudah dibersihkan, buah potongan, dan lain sebagainya). Selain itu, karena banyak konsumen pria, maka Carrefour memasukkan produk-produk elektronik.
Price
Carrefour menetapkan harga yang benar-benar murah. Di mana strategi low price Carrefour diperluas dengan tiga strategi kunci: sinergi pembelian, positioning harga “extremely low prices” dan melakukan presentasi produk. Namun positioning harga tidak ditetapkan pada jangka panjang, Hal ini untuk mengantisipasi kondisi lingkungan yang terus berubah dan juga berkaitan dengan continuous learning. Orang Taiwan yang karakternya hemat, menjadi sensitif pada harga murah. Penghasilan yang terbatas memaksa mereka memilih harga yang paling terjangkau. Maka positioning Carrefour ”extremely low prices” sangat sesuai. Selain itu, harga murah tentu membuat Carrefour bersaing dengan harga pasar tradisional. Sehingga konsumen tentu akan lebih memilih berbelanja di Carrefour yang nyaman, lengkap dan murah, ketimbang harus berbelanja di pasar tradisional yang biasanya kurang nyaman karena becek, bau dan lain sebagainya. Strategi Carrefour dalam pengadaan harga murah mengacu kepada teori Learning Curve. Carrefour membeli barang ritel dari supplier dalam jumlah besar untuk memperoleh diskon. Selanjutnya mengalokasikan barang ke sejumlah hypermarket Carrefour dan menawarkan kepada konsumen dengan harga diskon.
Place
Lokasi adalah faktor utama dalam pemilihan toko konsumen. Ini juga keunggulan bersaing yang tidak dengan mudah ditiru. Contohnya Carrefour yang selalu menentukan lokasi di daerah strategis. Selain itu, lokasi di daerah strategis memudahkan dalam memperkirakan seringnya pengiriman, yang nantinya barang-barang dipastikan segar dan baik. Pemilihan lokasi yang tepat mempunyai keuntungan yaitu, pertama, merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat mengurangi fleksibilitas masa depan ritel itu sendiri. Toko-toko Carrefour di Taiwan adalah hasil sewa, karena harga tanah dan bangunan di Taiwan sangat tinggi dan berubah sangat cepat. Carrefour di Taiwan didirikan di daerah yang padat penduduk dan bukan di daerah industri karena ada peraturan yang melarang hal ini. Lokasi yang Carrefour pilih mempertimbangkan kedekatan dengan konsumen, kemudahan jangkauan, jarak dengan pemasok yang mempengaruhi kontinuitas pengiriman barang jualan, fasilitas tempat (seperti gerai makanan dan minuman, internet café, arena bermain anak-anak), ATM, lahan parkir yang luas.
Promosi
Elemen promosi berkaitan dengan periklanan, publisitas dan hubungan masyarakat. Ritel dengan format toko (store retailer), lebih mengoptimalkan penggunaan katalog maupun direct mail untuk promosi atau berinteraksi dengan konsumen. Begitupula dengan Carrefour yang sangat mengoptimalkan katalog yang berisi promo produk. Kadang-kadang Carrefour memasang iklan di media lokal atau membagikan hand out flyers untuk promosi pada even spesial seperti tahun baru Cina atau festival perahu naga. Setiap toko Carrefour memiliki anggaran promosi masing-masing, jadi setiap toko dapat menentukan keputusannya masing-masing dalam berpromosi, namun kunci utama promosi tetap pada ”lower prices every day”. Menurut Lu, Carrefour tidak beriklan secara regular. Carrefour tidak butuh iklan, karena toko tradisional tidak diatur dengan baik. Carrefour menawarkan variasi produk yang sangat luas dan harga paling murah, oleh karena itu Carrefour tidak perlu membeli iklan. Berbelanja di hypermarket merupakan tren saat ini (Taiwan Review, 2007). Hal yang paling penting adalah Carrefour sudah menetapkan positioning bahwa Carrefour itu murah dan lengkap, jadi konsumen akan selalu datang. Maka Carrefour lebih banyak melakukan in-store promotion yang disesuaikan dengan minat masyarakat terhadap promosi yang dominan berupa free sample dan diskon. Implementasinya dapat dilakukan dengan memberi tanda pada produk-produk yang sedang promo atau menyediakan tester produk makanan, minuman dan produk non makanan yang sedang promo guna mempengaruhi konsumen untuk mencoba lalu membeli.
Presentasi
Kenyamanan belanja adalah faktor penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Carrefour harus memperhatikan tata letak ruang yang sesuai dengan aktivitas belanja konsumen. Bagi sebagian konsumen keluarga, kunjungan ke hypermarket disamakan dengan liburan akhir pekan. Mereka mengajak seluruh anggota keluarga mulai dari anak-anak hingga dewasa. Untuk itu, Carrefour menyiapkan lorong belanja yang lebar untuk dilewati troly dan anggota keluarga secara bersama-sama dan menyediakan kereta belanja berbentuk mobil-mobilan untuk anak-anak. Sebagian konsumen adalah pekerja yang berbelanja setelah pulang kerja, sehingga penempatan barang diatur berkelompok agar mudah dicari, seperti penempatan bumbu masak berdekatan dengan area sayuran, buah-buahan dan daging olahan. Penempatan furnitur berdekatan dengan perabot rumah tangga. Sebagian konsumen adalah impulse buyer, sehingga penempatan barang-barang diskon harus mudah dicari, ditambahkan tanda-tanda yang mencolok seperti bendera diskon bahkan dibantu SPG untuk mempengaruhi konsumen.
Personalia
Ritel adalah bisnis tenaga kerja intensif. Para pegawai memiliki peranan penting dalam memberikan layanan pada konsumen dan membangun loyalitas konsumen. Pegawai yang berpengetahuan dan ahli berusaha mewujudkan tujuan-tujuan ritel yaitu berbagai aset penting yang mendukung keberhasilan perusahaan. Tenaga kerja di Taiwan loyalitasnya sangat rendah, oleh karena itu Carrefour harus dapat mengasah pengetahuan, skill, menetapkan sistem pengendalian manajemen yang baik agar dapat mengelola sumber daya manusia. Carrefour merekrut tenaga lokal untuk mengatasi hambatan komunikasi dengan konsumen, menetapkan program promosi karyawan untuk memotivasi karyawan bekerja lebih baik dan mencapai posisi yang lebih tinggi. Masyarakat Taiwan mengutamakan pendekatan emosional, sehingga karyawan terutama bagian customer service dan store attendant dilatih untuk melayani pembeli sebaik mungkin, mempengaruhi konsumen untuk membeli walau mungkin hanya karena sungkan untuk menolak.

RISET PEMASARAN DAN CONTINUOUS LEARNING
Perubahan perilaku konsumen terjadi dalam jangka panjang, bahkan jangka pendek. Dalam pasar ritel, perubahan perilaku membeli disebabkan perubahan kebutuhan, selera, gaya hidup, teknologi, dan lain-lain. Untuk menjaga kelangsungan bisnisnya, Carrefour menaruh perhatian besar pada riset konsumen. Carrefour melakukan survei konsumen sebanyak dua kali dalam setahun dengan populasi sebesar 1000 orang dan pada tahun 1993 melakukan survei nasional di wilayah Taiwan. Hal ini berkembang hingga tahun 2004, Carrefour menginvestasikan NTD 400 juta per tahun untuk pengadaan survei konsumen. Survei tidak hanya dibatasi pada konsumen tetapi juga target konsumen dan konsumen pesaing. (Invest in Taiwan, 2007). Selain itu, kotak saran selalu tersedia di bagian Informasi dan bagian customer service selalu siaga dalam merespon keluhan pelanggan.
Melalui serangkaian riset dan pembelajaran, Carrefour melihat evolusi kebutuhan konsumen, mendengarkan suara konsumen, mengamati perilaku konsumen dan situasi lingkungan sehingga dapat mendeteksi sedini mungkin perubahan dan segera merespon perubahan tersebut. Oleh karena itu, Carrefour tidak menetapkan sebuah strategi pemasaran untuk jangka panjang. Strategi ditetapkan untuk jangka pendek, berubah mengikuti perkembangan konsumen tanpa kehilangan identitas dan positioning Carrefour, yaitu “one-stop shopping dan extremely low prices”.
Continuous Learning adalah istilah yang diambil untuk merepresentasikan proses pembelajaran Carrefour yang berlangsung secara terus menerus dalam menghadapi lingkungan pemasaran baru, perubahan perilaku konsumen sehingga sukses memasuki pasar Asia. Saat ini Carrefour menguasai pasar terbesar di Asia, yaitu China dan saat ini telah mendirikan 307 gerai di China. Jean-Luc Chéreau, menyatakan bahwa sukses di China diperoleh dari pengalaman di Taiwan. Pada saat pasar China masih tertutup untuk usaha ritel, manajemen Carrefour belajar kebudayan China dan cara bekerja dengan masyarakat China melalui pasar di Taiwan. Bagi manajemen Carrefour, pengalaman memasuki pasar Asia sangat menarik karena menunjukkan realita bahwa mereka ada di belahan dunia yang lain. Jean-Luc Chéreau berpendapat bahwa memasuki pasar di China menggunakan ide yang sukses di Eropa atau Amerika Serikat sama dengan membuat kesalahan besar. (Child, 2006). Hal ini menjadi kunci sukses Carrefour, terus belajar sehingga mampu menerapkan strategi yang tepat untuk merespon perubahan perilaku konsumen.

8 thoughts on “Carrefour Taiwan: Jembatan Masuk Pasar Asia

  1. trimakasih atas analisis lingkunagn pemasarannya ea

    karena info ini membantu saya dalam membuat tugas kuliah saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s