E-commerce = E-business ?

Menurut Jogiyanto, electronic commerce atau e-commerce dapat diklasifikasikan ke dalam dua aplikasi sebagai berikut:

Satu, Aplikasi e-commerce antara organisasi-organisasi bisnis : sering disebut dengan sistem interorganisasi atau IOS atau B2B (business to business). Dengan sistem interorganisasi ini, memungkinkan suatu perusahaan untuk lebih efesien dan efektif melakukan kegiatan bisnis dengan supplier atau dengan langganan, dealer dan distributor.

Dua, Aplikasi e-commerce antara organisasi bisnis dengan pelanggan akhir : yang paling sering dibicarakan akhir-akhir ini adalah e-commerce menggunakan jasa internet melalui jaringan world wide web (WWW). Aplikasi ini sering disebut dengan istilah B2C (business to customer). Dengan menggunakan internet, maka memungkinkan suatu perusahaan untuk menjangkau sampai ke pelanggan akhirnya di manapun, siapapun dan kapanpun.

Kemudian selain e-commerce, adapula electronic business atau e-business. Menurut Turban (2002), e-business lebih luas dari e-commerce, yaitu tidak hanya melibatkan penjualan dan pembelian barang dan jasa, tetapi juga melibatkan pelayanan kepada pelanggan, kerjasama dengan partner bisnis dan melakukan transaksi elektronik di dalam suatu organisasi.

Menurut Romney dan Steinbart istilah e-business dipakai untuk merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam IT, khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk meningkatkan cara organisasi melakukan seluruh proses bisnisnya. Jadi e-busines bukan hanya interaksi eksternal organisasi dengan para pemasok, pelanggan, investor, kreditor, pemerintah dan media massa, tetapi juga termasuk penggunaan IT untuk mendesain kembali proses internalnya.

Model E-business menurut Romney dan Steinbart: yang pertama adalah B2C (Business to consumer) yang memiliki karakteristik antara organisasi dengan perorangan, nilai uang yang dilibatkan kecil, transaksi sewaktu-waktu atau transaksi tidak sering terjadi dan secara relatif sederhana.

Model kedua adalah B2B (Business to business), B2G (Business to government) dan B2E (Business to education) yang memiliki karakteristik antar organisasi, nilai uang yang dilibatkan lebih besar, hubungan yang kuat dan berkelanjutan, pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan dan lebih kompleks.

4 thoughts on “E-commerce = E-business ?

  1. halo..ini ariel sapa yah? commentmu kok pendek, singkat dan ga jelas gitu? hehe ehm mungkin maksudnya kamu pengen tau peranan e-commerce yah? gini deh aku kasi kamu contoh nyata dari pengalamanku aja. aku sering banget pesan tiket airasia langsung melalui website nya http://www.airasia.com. ini artinya airasia menerapkan e-commerce aplikasi b2c. menurutku peranan e-commerce pada airasia ini sangat efektif dan efesien. di mana aja dan kapan aja dlm 24 jam aku bisa pesan tiket secara online, tinggal klik hari dan jam brp aku mau terbang, lalu pembayarannya melalui kredit card..trus tiketnya tinggal print di rumah aja. intinya ga perlu repot2, sangat praktis. selain itu, aku juga suka belanja secara online di http://www.glodokshop.com, http://www.bhineka.com dan http://www.fastncheap.com. tapi walaupun uda banyak prusahaan yg menerapkan e-commerce melalui website, ternyata konsumen Indonesia masi belon berani beli scr online yah. menurut pengamatan saya, website2 tersebut memang ramai didatangi oleh konsumen, tapi mereka sekedar ngecek harga dan liat2 doang, kalo utk membeli, konsumen Indonesia masi lebi prefer ke toko2 nyata (toko offline). tapi hal ini bisa dimaklumi, krn emang internet ga aman 100% dan krn di Indo biaya konek internet masi mahal yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s