Saya lahir dan besar di Balikpapan, sebuah kota kecil di Kalimantan Timur. Kota yang dihiasi laut, hutan dan bukit. Kota ini memang kecil, tapi tidak boleh dipandang sebelah mata! Menurut koran Kompas, bandara Sepinggan di Balikpapan adalah bandara tersibuk di Indonesia. Dan pergerakan industri, perdagangan, jasa dan pariwisata di kota ini juga bergerak pesat.
Waktu saya masih kecil, Balikpapan memang tidak semetropolitan kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Dulunya di kota ini, gedung bertingkat hanya ada sebiji yaitu hotel Benakutai. Bioskop yang ada pun masih biasa banget, hanya memutar film jadul. Restoran fast food hanya KFC. Tapi meskipun tidak metropolitan, kota kami dulu sangat bersih dan juga aman. Langka terjadi kejahatan di sini. Tiap tahun, kami menerima penghargaan Adipura sampai Kalpataru
Kini dengan berkembangnya jaman, kota Balikpapan semakin maju. Para investor berbondong-bondong datang kemari. Mereka membangun apartemen, kompleks perumahan dan juga hotel. Kini juga hadir Ace Hardware, Makro, Hypermart, Balikpapan Trade Center dan yang akan datang adalah Balikpapan Super Block dan Pasar Baru Square. Hadir pula bioskop XXI yang memutar film-film yang up-to-date. KFC sekarang ditemani saingan baru A&W. Cafe Excelso yang sudah hadir beberapa tahun di Balikpapan, sebentar lagi akan ditantang Starbucks.
Tapi, ada tapinya nih. Seiring dengan berkembang pesatnya pembangunan, kota kami kini jadi sering macet dan rentan kebanjiran. Kalo uda banjir, amit-amit deh! Jalanan jadi penuh lumpur dan kotor di mana-mana. Makanya kini Adipura dan Kalpataru tidak pernah mampir lagi di sini. Padahal sih secara overal, kota Balikpapan masih termasuk kota yang bersih juga, karena kami –selaku penduduk anti buang sampah sembarangan.
Aku berharap, pembangunan di Balikpapan bisa seimbang. Di satu sisi, kota jadi maju dan modern, tapi di sisi lain kota juga bisa bebas banjir. Harapan lainku, semoga Balikpapan tidak lagi rutin “byar-pet” alias mati lampu dan kami bisa menikmati air yang bersih! Dan harapan terakhirku, semoga pemkot, pemda, dinas sosial ataupun para caleg yang lagi rajin berkampanye, mau peduli dengan nasib para pengemis, anak jalanan dan orang sakit mental yang makin banyak berkeliaran di jalan raya.
Yo wis, kita ubah topik ke yang lebih ringan. Hmm ngemeng-ngemeng, kalian aneh ga sih dengan nama Balikpapan? Nama Balikpapan kurang jelas asal dan maknanya. Menilik susunan katanya dapat dimasukkan ke dalam asal kata bahasa Melayu. Menurut buku karya F. Valenijn pada tahun 1724, menyebut suatu daerah di hulu sebuah sungai di sebuah Teluk sekitar tiga mil dari pantai, desa itu bernama Bilipapan. Lepas dari persoalan ucapan maupun pendengaran, jelas bahwa nama tersebut dikaitkan dengan sebuah komunitas pedesaan di teluk yang sekarang dikenal dengan nama Teluk Balikpapan.
Terdapat beberapa versi terkait dengan asal-usul nama Balikpapan. Versi Pertama (Sumber: Buku 90 Tahun Kota Balikpapan yang mengutip buku karya F. Valenijn tahun 1724). Menurut legenda, asal nama Balikpapan adalah karena sebuah kejadian yang terjadi pada tahun 1739, sewaktu dibawah Pemerintahan Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai, yang memerintahkan kepada pemukim-pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai lama. Sumbangan tersebut ditentukan berupa penyerahan sebanyak 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit yang dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai. Setibanya di Kutai lama, ternyata ada 10 keping papan yang kurang (terlepas selama dalam perjalanan) dan hasil dari pencarian menemukan bahwa 10 keping papan tersebut terhanyut dan timbul disuatu tempat yang sekarang bernama “Jenebora”. Dari peristiwa inilah nama Balikpapan itu diberikan (dalam istilah bahasa Kutai “Baliklah – papan itu” atau papan yang kembali yang tidak mau ikut disumbangkan).
Versi Kedua (Sumber: Legenda rakyat yang dimuat dalam buku 90 Tahun Kota Balikpapan). Menurut legenda dari orang-orang suku Pasir Balik atau lazim disebut Suku Pasir Kuleng, maka secara turun menurun telah dihikayatkan tentang asal mula nama “Negeri Balikpapan”. Orang-orang suku Pasir Balik yang bermukim di sepanjang pantai teluk Balikpapan adalah berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama “kayun kuleng dan papan ayun”. Oleh keturunannya kampung nelayan yang terletak di Teluk Balikpapan itu diberi nama “kuleng-papan” atau artinya “balik-papan” (Dalam bahasa Pasir, Kuleng artinya Balik dan Papan artinya Papan) dan diperkirakan nama negeri Balikpapan itu adalah sekitar tahun 1527.
Hari jadi Kota Balikpapan ditentukan pada tanggal 10 Februari 1897, karena pada tanggal tersebut dilaksanakan pengeboran pertama minyak di Balikpapan yang dilakukan Perusahaan Mathilda sebagai dari pasal-pasal kerjasama antara J.H Menten dengan Mr. Adam dari Firma Samuel dan CO. Sejak saat itulah Kota Balikpapan diminati oleh masyarakat luar karena terkenal sebagai kota minyak. Berbagai suku di Indonesia khususnya Kalimantan sendiri, Sulawesi dan Jawa datang untuk mencari nafkah di Balikpapan. Bahkan para bule juga datang, makanya di sini lumayan banyak yang kawin campur. 
Saking bercampurnya manusia di sini, maka untuk mempererat persatuan dan kesatuan, kami berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. So, jangan heran kalo warga Balikpapan mahir berbahasa Indonesia dengan baik dan benar hehe tapi bahasa kami tetap unique. Kayaknya sih gara-gara terpengaruh orang Banjar, maka hampir setiap ucapan kami berakhiran “nah”, “lah”, “pang”.
Oya, kami orang Balikpapan –rasa nasionalisme juga tinggi. Waktu di bangku sekolah –tiap Senin dan tiap hari besar nasional kami wajib mengikuti upacara bendera. Tiap Jumat, seringkali kami diharuskan mengikuti latihan Pramuka. Setiap tahun, rutin pula diadakan pawai budaya. Orang Balikpapan juga sehat-sehat hehe karena di hari Jumat, kami wajib mengikuti senam SKJ. Pokoknya saya bangga-lah sebagai warga kota Balikpapan. Semoga Balikpapan selalu maju dan semakin BERIMAN –bersih indah aman dan nyaman!
P.S: foto di atas adalah milik Sam Pribadi, saya grab dari web Alumni RK, thx!
Posted by indri on March 13, 2009 at 12:40 pm
hi agnes kurniawan,,
salam kenal (^_^)…
Indah sekali kota nya..
Di malam hari semarak sekali lampu2x nya,,
jadi penasaran ada tulisanmu yang berkata “byar pet”.
memang di balikpapan sering mati lampu ?
sesering apa ?
Terima kasih sharringnya.
Posted by eko on September 28, 2009 at 3:08 am
saya dulu pernah tinggal di balikpapan, sekitar awal th 2000. sering jg mengalami mati lampu. yg jarang mati malah kawasan perumahan pertamina. (dl sy tinggal di kawasan prapatan)..
Posted by agneskurniawan on March 13, 2009 at 1:03 pm
hi indri..
salam kenal juga ya
thx mau baca postinganku ini
kotaku emang menawan di malam hari penuh hujan lampu
apalagi kalo diliat dari gunung dubbs
katanya sih kayak kota hongkong (KATANYA) hehe
sayangnya sekarang suka mati lampu
yg paling parah tuh 2th lalu
hampir saban hari deh byar-petnya!
makanya kita2 pada punya genset di rumah
skarang si uda mendingan
kira2 sminggu mati skali doang
slain mati lampu
di bpp kadang2 stok solar or bensin habis
heran banget ga tuh?
masa pulau kaya enerji malah kehabisan enerji?? ^_^
Posted by bapaknya tesa on April 14, 2009 at 6:53 am
setelah baca, rasanya kami ingin kembali ke balikpapan. kami tinggalkan balikpapan pertengahan januari 2009 karena dinas. kami sekarang di padang, sumbar.
bagi kami balikpapan begitu spesifik. masyarakatnya begitu homogen namun selalu welcome terhadap pendatang. rasa kebersamaan sebagai warga begitu tinggi. mungkin satu2nya kota dimana seseorang akan dipersilahkan oleh pengemudi bila akan menyeberang. terus terang, di kota yang baru kami tinggal, padang, 180 derajat berbalik.
baiklah, kepada warga balikpapan, semoga kebersaman, kebersihan, ketertiban, keamanan dsb yang selama ini merupakan ciri yang khas, bisa dipertahankan dan ditingkatkan. trims.
padang, 14 april 2009
Posted by agneskurniawan on April 14, 2009 at 7:34 am
Bapaknya tesa
Trima kasi atas sharing dan curhatannya hehe
Memang bpp toleransinya tinggi
Saling menghargai
Beda dgn kota lain
Yg seringkali tercipta isu sara dan gap kaya miskin
Di bpp,manajer bisa duduk d warung nasgor bersama staf bawahan
Di jalan,juga aman
Kalo d kota lain,naik motor hrs waspada jambret
D bpp kita santai aja
Kalo rindu
Sring2 main ke bpp donk
Skarang kan transportasi makin gampang
Salam!
Posted by bapaknya tesa on April 15, 2009 at 7:57 am
halo mbak agnes penghuni balikpapan, saran sering2 ke balikpapan sih sangat bagus, tapi biayanya yang sangat tidak bagus untuk kami sekeluarga.
dulu kami tinggal di daerah damai, di belakang kami sering kena banjir.
gimana, sekarang masih banjir juga?
gimana perkembangan proyek peninggian 1,5 m jalan di jln beler, apakah tidak menambah parah banjir di daerah tsb?
ngomong2, apakah mbak agnes sering ke prapatan? rasanya kami pernah lihat mbak, lho! Atau mungkin tinggalnya di kelurahan damai juga?
Posted by agneskurniawan on April 15, 2009 at 8:34 am
Haha ya sesekali kalo kangen,main2lah ke bpp..cicipi kpiting,udang,dll
Beler uda digodok
Tp belon sempurna benar
Aneh jg jalane jd tinggi
Rumah di sekitar jd lebi pendek dr jln
Banjir mulai teratasi
Tp ga maksimal
Tetep aja beberapa ruma d beler itu terendam
Tp untungnya d rasakan ole para pengguna jln
Jd bebas banjir
Saya ga tinggal d prapatan
Sy di bb
Tp saya sebenarnya tidak menetap d bpp
Melainkan d sby
Hehe
Posted by bapaknya tesa on April 16, 2009 at 9:57 am
baiklah, mbak sudah menetap di sby.jadi bpn jadi kenangan
begini, ya, kalau ada perkembangan baru seputar bpn, beri kabar, ya!
bisa ke email di atas
trims, selamat bekerja/kuliah!
Posted by agneskurniawan on April 16, 2009 at 10:26 am
haha tapi saya masi sering bolak balik bpp kok
soalnya ortu kan tinggal di bpp
iya ntar tiap ada perkembangan seputaran bpp
saya pasti informasikan
btw kapan hari saya pulang
kebetulan lagi ada “perang” dua kelompok pemuda di pasar klandasan
polisi dkk sampai turun tangan loh
bahkan pistol pun sempat diledakkan
beruntung, segalanya uda terselesaikan secara baik
Posted by Roy on April 17, 2009 at 7:11 pm
Salam kenal nehh bak agnes yang monika pa dahnika Ya?
wuuuaaahaaa…..iiii
sedikit terkenang juga dengan daerah damai daerah asal kelahiranku….
yang konon mNG PELnggN TEtap banjir2an, spt kata bapaknya tesa
“dulu kami tinggal di daerah damai, di belakang kami sering kena banjir”
mungkin asal usul dam tuh krna ada DAM(bendungan) PDAM kali ya’?
terlepas darimana asal usul daerah dam tu sendiri gimana dengan balikpapan? krena menilik dari apa yg sudah dilakukan oleh warga, pejabat2 maupun penduduk balikpapan saya justru ngeliat bahwa penduduk balikpapan tuh lagi dilematis antara kehilangan “identitas” tw “dalam masa pencarian identitas(jati diri)” sbg orang balikpapan yang konon katanya “KUBANGUN, KUJAGA, KUBELA” taw kata2 tsb hnya ungkapan perasaan seorang SAM BIMBO saja, lantaran dpt proyek bikin lgu utk kota beriman bpp
apa sebab? mgkin dikarenakan tak ada sesuatu konsensus(caelah formal banget) atau mungkin pendokumentasian yang cukup kuat, dalam buku apa tuh “90 hari mencari Balikpapan” yang terkesan hanya argumen yang tidak menyimpulkan satu kesimpulan yang pakem artinya hanya menawarkan pertanyaan pertanyaan dan lagi2 Question???? tentang asal usul kota balikpapan. sementara ini soal sejarah, yang nota bene harus kronologis, sementara kita orang balikpapan sendiri mau pakem sama history yang mana neehh tentang balikpapan?
masa saya cari2 sejarah BPP semuanya satu sumber dari buku 90 hari mencari Cinta nah tuh salah lagi nyebut bukunya. apa gak ada yang lain itu pun ngutip2 dari buku curhatnya si Valenijn yang lagi2 g ada hubungan ma si kuleng papan apalagi si putri yang dilarung.
simpelnya gini sekarang kalo mang tuh balikpapan
pertama : berasal dari 10 papan yang kembali ke jenebora, sekarang mana papannya, kalo kutai kan jelaas karna ada 7 buah yupa-nya, jadi bisa dibuktiin.
Kedua : kalo mang asalusulnya bpp tuh dari si kuleng ma si papan, nah kuburnya sekarang dimana?n keturunnya masih ada ya? namanya “DODE” harlino gtu, lha terus pa dia bisa buktiin bahwa dia tuh keturunanya, setidaknya ada peninggalan2 sejarah keluarga ke’ piring ke’, surat cinta si kuleng ma papan wktu mash mudanya, tw apa gtu kalo bentuk fotografi kan gak mungkin kali? cma kalo ada lebih diutamakan( kaya lowongan ya!)
yang ketiga : masa2 pengeboran sumur mathilda tuh karena asal2an si sultan aja tuh ngasih ijin ma si MENTEN tuk MR the ADAM and gerombolan siberatnya nge-eksplor minyak di bpp, lantaran dia sultan kutai trus seenaknya ngeklaim bahwa BPP daerah jajahan kerajaannya. mana bukti2 pendudukan kerajaan kutai di BPP paling gak ada
mulai dari sosial masyarakat, arsitektur, pecah belah ataw apa ke yang indikasinya sangat kuat untuk dijadikan preperensi
ataw(banyakkan taw-nya neehh) bisa jadi Balikpapan tuh langsung ada sendiri…
bagaikan seorang pesulap yang mengeluarkan kelinci or merpati dari topi ajaib ala slash yang gitaris GUN ROSS itu ytanpa mengenal sapa sih si pesulap itu????, nah posisi orang balikpapan sendiri bagaikan kutu2 di balik kelici tu dah….
sekarang pertanyaannya kita orang balikpapan mau gak jadi kutu2 yang perlahan merayap ke ujung bulu2 si kelinci utuk melihat wajah si pesulap itu???? atuw cma mo ngeringkuk di balik bulu2 kelinci tu sampe akhirnya kita ketinggalan mentas di panggung MASTER-nya RCTI karna gak kekaptur KAMERA.( wah dunia sophi bgt yaaa…plus keobsesi ma tipi neeeh)
yah gitu deh sekian dikitnya uneg2 di hatiku yang selama nee bertanya tentang daerah asalku sendiri soalnya di sekolah dulu ga ada sejarah muatan lokalnya sii…
ada baiknya kalo kita ngeliat gimana orang2 yunani mendoktrin generasi bangsanya untuk selalu menghargai founding father mereka dan sampe2 kekita juga terhipnotis oleh kebesaran sejarah mereka.
makasih dehh…
aku harep bak agnes bisa di ajak diskusi neeehh
biar aku betah nyamperin ke webloknya terus….lumayan kan bak! bwt nambahin hitkonternya…..
Posted by agneskurniawan on April 19, 2009 at 3:46 pm
dear Roy
cerewet juga ternyata kamu hahaha
panjang lebar amat komennya :p
tapi bagus lah
itu tandanya kamu orang yg kritis
roy
jujur aja aku sndiri juga bingung dgn sejarah kota bpp
kesannya rodo maksa
tapi mau bagaimana lagi
semua info mengatakan seperti itu
waktu aku smp
dapat muatan lokal jg cuman nari perang gitu
tapi sama sekali emang ga pernah dibahas soal sejarah kota bpp tercinta ini
mari kita sama2 mengorek asal usul bpp
okey
Posted by eko on September 28, 2009 at 3:15 am
ha..ha..ha.., pada ribut2 soal asal-usul..
peace..
sudah2.., lets bygone be bygone. yg penting membangun masa depan yg lebih baik. jgn menatap ke belakang terus
Posted by ahmad hussein on April 26, 2009 at 2:25 am
ikut nimbrung ya…sy selalu senang melihat foto_2 Balikpapan. saat kecil sy tinggal di jl. Biliton di gn. Dubs. Sekolah di SD3 pertamina. Lahir di RS Pertamina klandasan. tp pindah dr Bpp mengikuti tugas orang tua th 1981. Sy setuju banyak org bilang Bpp salah satu kota paling asyik ditinggalin, tp mgk jg termasuk yg tinggi living cost nya. namun begitu, atmosfir Bpp mengikat hati banyak orang, trmsk sy. kata Ariel Peterpan…di kota ini telah tertulis dgn pasti…hehe. sy selalu ingat gemuruh suara pepohonan tertiup angin, lapangan hijau luas tersebar, menghirup udara bersih, dan menyaksikan pemandangan kapal_2 container lalu lalang sambil duduk di rerumputan gn Dubs.., wow itu hal_2 kecil yg tdk ditemukan lg di Jakarta, maksudnya tdk termasuk kapal container yg lalu lalang itu…hehe. Anyway…tr ksh telah menampilkan foto_2 cantik Bpp. Kota ini dapat dimasukkan sbg tempat tujuan Must C Before D. Dan scr pribadi I SHALL RETURN.
Posted by agneskurniawan on April 26, 2009 at 1:38 pm
dear Ahmad Hussein
terima kasih sudah memuji Balikpapan ^_^
memang living cost di sini cukup tinggi
makan di rombong 10rb-an, di resto 20-an hehe
tapi skarang byk retail store di balikpapan yg sama dgn di pulau jawa
harganya jg seragam kok ^_^
namanya jg uda globalisasi ya
balikpapan kotanya keren
tapi sayang kurang ngetop
dulu pas saya pertama kali masuk smu di surabaya
my classmate banyak yg mengira balikpapan itu di sumatera hehe
trus kalo saya sebut kalimantan
mereka konotasinya hutan
hehe padahal balikpapan kan kota yg cukup moderen
mobil double cab bertebaran di mana2
kapal2 ngangkut batubara
kontainer, truk dgn roda super besar
hehe
okey deh..u shall return kemari pak
karna banyak perubahan!!
see u
Posted by siti on May 12, 2009 at 11:32 am
wahh… agnes hebat ya, kamu punya bakat menjadi penulis aku suka tulisanmu ini.sukses buat kamu dan terus berkarya.
Posted by Roy Lagi on May 27, 2009 at 4:56 pm
Oiya Agnes emang G trlalu Sulit Nyari blogmu,
aku search gambar d gugle yah kemari lagi dehhhh
tuh benerkan…..
kl mang dikit yang menDOKUMENTASIkan tentang bpp
aku pinjem foto2nya boleh yaaaa!!!!
aku ad perlu dengan gambar2 model gini nihhh
ngomong2 yang moto kamu ndiri ya?????????????
kl ada ukuran aslinya gw bayar gratis dahh
Posted by agneskurniawan on May 28, 2009 at 4:01 pm
dear Roy
btw itu foto bukan aku yg jepret
itu pnynya sam pribadi
saya jg grabnya dari dia hehe
memang jarang yg mendokumentasikan bpp
saking aku bangga aja dgn kotaku yg beriman ini
maka kuposting di blog ku hehe
btw Roy
apakah anda orang Balikpapan?
salam kenal
Posted by Swibo on June 2, 2009 at 7:57 am
Aduuuuuh…..gara-gara agnes aku jadi kangen kota kelahiran nih, salam kenal ya nes, aku sekarang di Surabaya, artikel mu dapat memberi obat rindu nih, thx…..
Posted by agneskurniawan on June 2, 2009 at 10:26 am
dear Swibo
kalo kangen,
main2 lah ke Bpp
aku skarang jg di Sby ni
good luck ya
Posted by indira on June 5, 2009 at 3:54 am
agnes,,,duh gara2 baca tulisan lo, gw jadi kangen ni ma balikpapan, gw juga orang bpp, tapi merantau ke jogja 4 tahun, dan sekarang kerja di jakarta. Setahun sekali masih pulang ke balikpapan, karena ortu tinggal disana. Jadi terinspirasi buat posting tentang balikpapan juga ney
maen2 ke blog ku juga ya. Nc to know your blog agnes
Posted by agneskurniawan on June 5, 2009 at 3:01 pm
dear Indira
hai aku suda mampir ke blog kamu
lucu juga ya kamu uda merantau ke sana kemari
tapi masi home sick dan mewek ma mama
hahaha but nice lah
itu artinya km sayang mama kamu
salam ya buat mama
btw kutunggu loh postinganmu mengenai balikpapan
see you
Posted by karin sabrina on July 4, 2009 at 4:18 pm
hai agnes..
saya pernah ke balikpapan tapi hanya sekitar seminggu. suamiku sekarang bekerja di sana. dan ada kemungkinan aku dan anak anak ( 2 orang) juga nyusul kesana. sekarang kami tinggal di medan. suamiku masih bolak balik medan balikpapan. denger denger living cost di balikpapan luarbiasa ya? agnes bisa kasi gambaran kira kira biaya belanja bulanan keluarga yang standar berapa ya disana? trus untuk menyewa rumah seharga 12 juta an setaun apakah sudah termasuk rumah yang bagus? heheheh.. pertanyaan rombongan ni.. maaf ya .. tapi saya bener bener gak tau situasi dan kondisi disana.. makasih ya…
Posted by agneskurniawan on July 4, 2009 at 4:39 pm
dear Karin Sabrina
tdk perlu takut utk tinggal di balikpapan
bpp kurang jenis sayuran dan buah
so, utk urusan dapur, bpp rada mahal
bila dibandingkan dgn di jawa
tapi…
bisa hemat di laine, mbak
karna bpp kotanya kecil (medan kan gede, naik betor aja mahal hehe)
nah kalo d bpp, bensinya bisa ngirit
kalo ga punya mob, bisa naik bemo 3000 skali jalan, dijamin uda sampe di rumah
trus di bpp kurang godaan belanja mbak
actually skrg saya tinggal di surabaya
di surabaya surga makanan mbak
5000 doang uda kenyang
tapi
berat bayar bensin
dan mata suka lapar karna betebaran mall
uang habis buat begaya, shoping baju, beli alat make up
kalo di bpp lebi nyantai
jarang make up, malah tidak pernah make up
karna udara bpp panas laksana di pulau dewata
so, di bpp cukup pake kaos, clana pendek dan sandal jepit
jadi hematkan?!? hehe
soal sewa rumah
hmm.. tgantung lokasi jg ya
kalo 12jt si menurut ku lumayan murah, tp liat2 ukuran rmh nya gmana, dan lokasi
ruko2 di bpp, paling murah 25jt, malah ada 150jt/tahun
jadi ya smua ada tolak ukurnya sndiri
btw slamat datang di BALIKPAPAN
smoga ANDA SEKELUARGA merasa nyaman
Posted by karin sabrina on July 5, 2009 at 2:44 pm
duh langsung di reply.. makasi ya… bole nanya lagi yaaaaa… kalo daerah yang kondisi airnya bagus di sekitar mana ya mbak? kalo di daerah situ kira kira harga sewa rumahnya berapa ya?
berarti sewa rumah 12 juta udah murah ya?? ya ampuun jadi makin keder rasanya mau pindah ke balikpapan mbak hehhehe… buat perbandingan ya mbak, di medan sini sewa rumah 8 juta udah rumah 3 kamar di komplek perumahan loh… bahkan rumah di luar komplek perumahan ada aja rumah sewa seharga 4 jutaan setaun.. heheheheh… sementara di balipapan 12 juta udah murah ya mbak… weleh weleh… bener bener kota minyak ni..
tapi balik lagi masalah adaptasi kali ya.. karena aku gede di medan jadi segala kesemrawutan dan konsekuensi di medan ya udah biasa aja.. karena belun pernah tinggal lama di balikpapan rasanya kok ya ada rasanya gimanaaaa gitu..
tapi makasi banyak buat informasinya ya mbak agnes..
regards
karin
Posted by agneskurniawan on July 13, 2009 at 1:11 pm
kalo soal
aku ga berani jamin
krn di bpp, airnya amit2 haha
kadang2 suka mati air
kalo nyala pun, airnya coklat mbak haha
kondisi air bagus maybe di kompleks baru kayak bakrie life, citraland.. apartment grand sudirman ^_^
sisanya mah di mana2 airnya sama, kan dari pdam yg sama
kcuali pny pompa sndiri hehe
smoga mbak e betah deh di balikpapan
selamat datang hehe
Posted by dhe on July 22, 2009 at 2:54 pm
wah bagus nehh bisa bua refernsi !!! balikpapan iam comimg !!!
Posted by dankesuseno on August 8, 2009 at 12:55 am
bole gabung g??
sekedar mo kasi info aj buat mb karin yg lagi cari2 rumah kontrakan di bpn..
perum yg lumayan terkenal n bnyk pendatangnya Balikpapan Baru, Bukit Damai Indah, Wika, Balikpapan Regency, Sepinggan Pratama. utk 2 kamar di range harga 15-20jt/tahun. Kebetulan saya barusan ambil di Sepinggan Pratama, namun yg bikin menguras kantong tagihan bulanan utk listrik, kebersihan, keamanan, edannn untuk saya yg super duper hemat energi bayar listrik >>500rb/bln.maklum diitung kategori industri ma PLN bkn rumah tangga. info dt tetangga2 yg rumahnya lebih gedean bs mpe >>1jt/bln hehe tp aq bnyk punya teman 1 kerjaan dr medan ko n rata2 mereka pada betah tinggal d bpn n mo menetap dsna.
untuk perumahan di balikpapan lumayan enak untuk ditinggali, cm harganya aj yg kurang bersahabat
Posted by eric on September 30, 2009 at 2:20 am
Agnes salam kenal, foto kamu bagus2 yah…siapa yg jepret..? boleh ga aku tampilin di template web ku?terutama berkaitan dng minyak ,kalu boleh kirimin ke emil ku ya… thx eric
Posted by agneskurniawan on September 30, 2009 at 3:31 am
dear Eric: itu foto yg ngambil SAM PRIBADI..aku juga ngambil dari web alumni RK
Posted by eto on September 30, 2009 at 4:47 am
mba minta gbrnya y??
“y ambil aj” hehehehehe..
trims y
Posted by jafo on October 16, 2009 at 11:55 pm
Mbak agnes,
dari dulu saya penasaran knp diberi nama balikpapan,
finally, ktemu juga di blog mbak, thx bgt mbak!!
1997, saat liburan kuliah, pertama kali saya nginjak kota balikpapan, saat itu ortu tugas di bpn n tinggal di perumahan vico, kl sekarang kita sebut vilabetha..
kesan pertama, hm..sulit terlupakan, hehehe… kota yg bener2 bersih, gk macet, pokoknya berkesan deh..
1999, bikin skripsi di unocal (sekarang chevron-red), slama 3 bulan di bpn, makin cinta gk ada mati2 nya deh..
2000, lulus, kabur deh ke balikpapan, udh minum air bpn, jadi wajib balik!! huahahahaa..
Here i am mbak agnes, still in balikpapan, my lovely city..:)
viva agnes blog, viva balikpapan..hehehe
Posted by agneskurniawan on October 17, 2009 at 7:24 pm
dear Jafo
Viva Jafo juga deh! hehe
Jadi Anda balik ke Balikpapan krn terlanjur minum air Bpn ya? haha padahal airnya kotor ya
atau jangan2 kotoran itulah yg bisa memelet Anda ^_^
Tapi, Bpn emang pantas dicintai dan dibanggakan
Alasannya?
Ya seperti yg suda diutarakan di atas! ^_^
Posted by jafo on October 18, 2009 at 3:07 am
Mbak agnes,
soal air itu bisa melet, wah saya gk tau.. hahaha
Teman2 saya yg di jkt slalu nanya knp disebut balikpapan,
skr saya at least bs jwb dikit2 deh, hehe
Thn 99 itu, saya pernah naik angkot dari arah blue sky menuju bc..
di lampu merah, dgn gaya mahasiswa jkt (jiaakakak), asal ’selonong boy’ turun dari angkot sambil kasih
duit ke supirnya.. (mumpung pas lampu merah)
Eh.. supirnya marah2 sambil berbicara (mungkin bhs bugis??) dan tidak mau nerima uang dari saya..
saya malu bukan main, krn dianggap gk disiplin..
ternyata kita harus turun persis di depan hotel bahtera, gk boleh di lampu merah, spt yg biasa dilakukan orang2 di jkt..
huahahaha, saya maluuuuu bgt… kapok sejak itu…hihi
sejak itu saya tau, bpn kota yg disiplin bgt..
tapi sayang, sejak thn 2002-an, mulai tuh rame, mobil dari daerah2, blom lg motor2 dgn dp 500 rb-an aja bnyk, makin bnyk deh motor2, dan angkotnya gk sedisiplin kyk dulu… saya kangen dengan kondisi bpn yg dulu…
Posted by rangga on October 31, 2009 at 3:52 am
mbak….., kami semua bangga terlahir dan bisa tinggal di balikpapan.
bagiku balikpapan adalah miniatur indonesia, semua ras, suku ada dan menetap di kota ini.
masyarakatnya yg santun mencerminkan indonesia yg sebenarnya.
banggalah kami sebagai putra daerah, karna kami terlahir disini, meskipun orangtua perantauan dari tanah jawa.
balikpapan beriman, balikpapan madinatul iman, balikpapan kubangun, kujaga, dan kubela
eh btw suka hunting foto juga ya??? btw keren hasilnya