Maksimalisasi Keuntungan

Definisi bisnis adalah keuntungan (Bertens, 2000: 147). Sedangkan prinsip dari aktivitas bisnis adalah pertukaran. Apapun bentuk yang dipertukarkan tersebut bukanlah menjadi masalah, apakah benda mati atau benda hidup.
Etika mengarah pada suatu pedoman dalam pemikiran manusia secara berkelompok, hal-hal yang dianggap melanggar dan hal-hal yang dianggap tidak melanggar moralitas.
Secara umum, moralitas dapat diartikan sebagai pedoman yang dipakai oleh individu atau kelompok untuk memberi penilaian tentang tingkah laku sebagai sesuatu yang baik atau tidak baik, benar atau salah (Rudito dan Famiola, 2007: 32).
Jadi pebisnis melakukan segala aktivitas bisnis untuk meraih keuntungan. Dan karena pebisnis adalah manusia yang memiliki sifat alami –yaitu tidak pernah merasa puas, maka Ia akan terus-menerus berusaha memaksimalisasikan keuntungan.
Maksimalisasi keuntungan sarat atas dua pertanyaan, yaitu keuntungan ini punya siapa dan bagaimana keuntungan itu diraih? Bila memaksimalkan keuntungan menjadi satu-satunya tujuan perusahaan, maka dengan sendirinya akan timbul keadaan yang tidak etis (Bertens, 2000: 149). Karena perusahaan cenderung menghalalkan segala cara demi mencapai keuntungan tersebut.
Menurut Maxwell dalam Rudito dan Famiola (2007: 45-48), terdapat tiga alasan mengapa orang memilih tindakan-tindakan tidak etis, yaitu:
o Orang akan berbuat apa yang Ia rasakan paling leluasa untuk dibuat
Ketika orang dihadapkan pada dilema etika, di sana Ia terkadang akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak diinginkan atau yang tidak menyenangkan menyangkut suatu prinsip atau praktek moral. Apa yang akan kita buat dalam situasi-situasi seperti itu? Apakah kita melakukan hal yang mudah atau hal yang benar?
o Orang akan berbuat demi suatu kemenangan
Semua orang di dunia ini sangat benci kekalahan. Apalagi para pebisnis, pasti akan selalu ingin menang lewat prestasi dan kemudian meraih sukses karenanya. Tetapi banyak yang menganggap bahwa mereka harus memilih antara sikap etis dengan menang. Untuk dapat memenangkan suatu proyek atau bisnis, orang bisa saja menghalalkan segala cara. Banyak orang yang percaya bahwa merangkul etika akan membatasi pilihan-pilihan mereka dan peluang-peluang mereka untuk sukses dalam bisnis.
o Orang selalu mencoba merasionalisasikan pilihan-pilihannya dengan relativisme
Banyak orang menghadapi situasi-situasi yang tidak bisa menang dengan memutuskan apa yang benar saat ini, menurut keadaan mereka. Wujud etika tidak lain berasal dari tingkah laku kita sendiri. Etis atau tidak etisnya aktivitas bisnis akan tercermin dari tingkah laku para pelaku bisnis itu sendiri, karena bisnis dijalankan oleh manusia. Sehingga membenahi bisnis kita untuk lebih beretika berarti membenahi dulu diri kita sendiri sebagai pelaku bisnis itu sendiri.
Dan bila perusahaan menjadi rentan prinsip etis, maka perusahaan akan rentan mengorbankan yang lain. Siapakah korbannya itu? Korbannya tidak lain adalah manusia.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s